Harga gas alam berjangka Amerika Serikat merangkak naik ke level 2,93 dolar AS per MMBtu pada perdagangan Selasa (26/5). Fluktuasi ini terjadi di tengah posisi harga yang masih tertahan di dekat level terendah dalam sepekan terakhir.
Tekanan terhadap komoditas energi ini dipicu oleh proyeksi cuaca yang lebih hangat serta peningkatan cadangan persediaan. Dilansir dari Investasi, suhu udara diperkirakan bertahan di batas normal musiman sampai awal Juni, sehingga memangkas ekspeksasi lonjakan permintaan listrik.
Laporan berkala dari Energy Information Administration menunjukkan adanya injeksi pasokan sebesar 101 bcf gas ke penyimpanan oleh perusahaan energi untuk pekan yang berakhir 15 Mei. Akumulasi tersebut melampaui estimasi pasar yang memprediksi penambahan sebesar 95 bcf serta rata-rata lima tahunan sebesar 92 bcf.
Kondisi surplus pasokan kian diperberat oleh melemahnya penyerapan gas umpan pada fasilitas ekspor akibat pemeliharaan musiman di pabrik Golden Pass LNG dan Freeport LNG. Aliran gas menuju terminal utama AS menyusut menjadi sekitar 17,0 bcfd pada Mei dari rekor sebelumnya sebesar 18,8 bcfd pada April.
Sentimen positif baru mulai terlihat menyusul adanya laporan mengenai rencana kedatangan tiga kargo LNG asal AS di China pada Juni mendatang. Pengiriman ini akan menjadi pasokan perdana yang masuk ke negara tersebut sejak Februari 2025.