Nilai jual hewan kurban di sejumlah pasar ternak Provinsi Jambi, termasuk Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, mulai merangkak naik menjelang peringatan Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Lonjakan harga ini dipicu oleh momentum hari raya yang semakin dekat meski aktivitas transaksi belum menunjukkan kepadatan signifikan.
Berdasarkan data yang dilansir dari Cahaya, harga sapi kurban di Pasar Ternak Muara Bulian saat ini menyentuh angka Rp20.000.000 per ekor. Nominal tersebut menunjukkan kenaikan dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp17.500.000 per ekor, dengan penyesuaian berdasarkan ukuran fisik hewan.
Pahrudin, seorang blantik atau pedagang ternak di pasar tersebut, mengonfirmasi bahwa tren kenaikan harga ini merupakan pola tahunan yang terjadi setiap mendekati hari raya kurban. Ia menjelaskan bahwa harga sangat bergantung pada volume ternak yang ditawarkan kepada pembeli.
"Untuk sekarang harga sapi sudah di Rp 20.000.000, tergantung ukuran," jelas Pahrudin, pedagang ternak.
Meski harga melonjak, Pahrudin mengungkapkan bahwa volume penjualan saat ini masih di bawah rata-rata normal karena puncak pembelian biasanya baru terjadi dua pekan sebelum Idul Adha. Sejauh ini, ia baru mencatat penjualan sekitar 15 hingga 16 ekor hewan dari target biasanya yang mencapai 30 ekor.
"Biasanya puncak pembelian ini memang dua Minggu menjelang hari raya Idul Adha," kata Pahrudin.
Selain komoditas sapi, kenaikan harga juga melanda ternak kerbau yang kini mencapai Rp22.000.000 per ekor untuk ukuran tertentu. Pedagang lain, Mulyono, memberikan rincian bahwa sebelumnya harga kerbau masih berada di level Rp18.000.000 per ekor sebelum mengalami kenaikan saat ini.
Mulyono juga memaparkan skema harga berdasarkan bobot sapi, di mana sapi seberat 100 kilogram dipatok Rp21.000.000, sedangkan sapi seberat 70 kilogram dihargai Rp17.000.000. Walaupun terdapat kenaikan, ia menilai kondisi harga saat ini masih dalam batas wajar untuk periode menjelang lebaran haji.
"Untuk harga masih tergolong standar menjelang Idul Adha," tutur Mulyono, pedagang ternak.
Ia memprediksi fluktuasi harga masih akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini mengingat minat masyarakat terhadap sapi tetap stabil dan cenderung lebih tinggi dibandingkan jenis hewan kurban lainnya.
"Diperkirakan harga hewan kurban masih berpotensi mengalami perubahan seiring meningkatnya permintaan mendekati Hari Raya Idul Adha," pungkas Mulyono.