Harga Minyak Dunia Melemah Dipicu Proyeksi Damai AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Melemah Dipicu Proyeksi Damai AS dan Iran

Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Rabu (6/5/2026) menyusul ekspektasi pasar terhadap pulihnya pasokan minyak dari Timur Tengah. Kondisi ini dipicu oleh potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diisyaratkan oleh pihak berwenang.

Sebagaimana dilansir dari Money, harga minyak mentah Brent mencatat penurunan sebesar 1,69 dollar AS atau 1,5 persen ke posisi 108,18 dollar AS per barrel pada pukul 06.40 GMT. Tren negatif ini melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya yang sempat merosot hingga 4 persen.

Penurunan serupa terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang terkoreksi 1,67 dollar AS atau 1,6 persen menjadi 100,60 dollar AS per barrel. Sentimen ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal mengenai peluang tercapainya perjanjian dengan pihak Iran.

Kepala negara AS tersebut menyatakan rencana penghentian sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz sebagai upaya memuluskan jalur diplomasi. Langkah deeskalasi ini diharapkan mampu memulihkan operasional kapal-kapal yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk untuk menjamin pasokan global.

Analis LSEG, Anh Pham, memberikan catatan bahwa meskipun ada sinyal positif, pasar masih menghadapi volatilitas harga akibat ketidakpastian proses kesepakatan tersebut. Ia menilai normalisasi perdagangan memerlukan durasi tertentu meskipun pakta damai telah ditandatangani.

"Dibutuhkan waktu bagi arus perdagangan untuk kembali normal sepenuhnya, bahkan jika kesepakatan tercapai," ujar Pham.

Di tengah upaya diplomasi tersebut, Trump menegaskan bahwa blokade pada pelabuhan-pelabuhan Iran masih akan tetap diberlakukan untuk sementara waktu. Kebijakan pembatasan ini sebelumnya menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak Brent hingga mencapai level tertinggi sejak dua tahun terakhir.

Dalam keterangan yang diunggah melalui media sosial, Donald Trump menjelaskan alasan di balik kebijakan militer terbaru di jalur vital perdagangan energi tersebut.

"penghentian sementara operasi pengawalan dilakukan untuk memberi ruang bagi finalisasi kesepakatan dengan Iran," kata Trump.

Perkembangan politik ini terjadi setelah serangkaian konfrontasi militer di Selat Hormuz pada awal pekan, di mana militer AS menghancurkan sejumlah aset militer Iran. Gangguan keamanan pada jalur distribusi utama ini telah menyebabkan penyusutan cadangan minyak global secara masif.

Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah AS turun sebanyak 8,1 juta barel pada pekan yang berakhir 1 Mei 2026. Penurunan cadangan ini juga diikuti oleh penyusutan persediaan bensin sebesar 6,1 juta barrel serta stok distilat yang berkurang 4,6 juta barel.

Artikel terkait

Rekomendasi