Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Lonjakan harga minyak mentah global terjadi pada perdagangan Senin (18/5/2026) setelah fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Uni Emirat Arab dilaporkan mendapat serangan drone. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan energi dunia.

Aset energi kembali diburu pelaku pasar menyusul memudarnya harapan kesepakatan damai untuk meredakan konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Berdasarkan data yang dilansir dari Investasi, minyak Brent naik US$ 1,44 atau 1,32 persen ke level US$ 110,70 per barel.

Sementara itu, komoditas minyak mentah West Texas Intermediate Amerika Serikat juga melonjak US$ 1,84 atau 1,75 persen menjadi US$ 107,26 per barel. Nilai dari kedua kontrak minyak tersebut bahkan sempat menyentuh angka tertinggi mereka dalam rentang waktu dua pekan terakhir.

Kenaikan ini memperpanjang tren positif setelah pada pekan lalu harga minyak sudah terangkat lebih dari 7 persen. Pasar sangat mencemati keamanan jalur pengiriman minyak di sekitar Selat Hormuz seiring munculnya laporan gangguan keamanan udara di wilayah tetangga.

Pemerintah Uni Emirat Arab kini sedang menyelidiki asal serangan ke fasilitas mereka dan menegaskan hak merespons tindakan teror tersebut. Di sisi lain, Arab Saudi juga mengumumkan pencegatan tiga drone dari wilayah udara Irak demi menjaga kedaulatan negaranya.

Risiko konflik yang memanas di kawasan Teluk ini dinilai memberikan sentimen kuat terhadap pergerakan instrumen investasi energi.

"Serangan drone ini menjadi peringatan keras bahwa aksi militer baru terhadap Iran bisa memicu serangan balasan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk," ujar Tony Sycamore, Analis pasar dari IG.

Kekhawatiran penutupan pasokan kian diperparah oleh laporan Washington yang menyebut Presiden Donald Trump akan bertemu penasihat keamanan nasional pada Selasa untuk membahas opsi militer terkait Iran. Pertemuan diplomasi sebelumnya antara Trump dan Presiden China Xi Jinping belum membuahkan hasil untuk meredakan konflik.

Artikel terkait

Rekomendasi