Penurunan harga minyak dunia sekitar 3 persen terjadi pada penutupan perdagangan Kamis (4/6) akibat laporan mengenai keengganan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melanjutkan perang penuh dengan Iran.
Kemerosotan nilai komoditas energi global tersebut memicu penurunan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebesar 3,1 persen hingga ditutup pada angka US$ 93,04 per barel, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Kondisi serupa melanda harga minyak mentah Brent sebagai patokan global yang mengalami pelemahan sebesar 2,8 persen dan menyentuh posisi penutupan pada harga US$ 95,03 per barel.
"Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung selama berminggu-minggu dengan Iran masih berlaku meskipun terjadi bentrokan sporadis," kata para pejabat AS, Pejabat Pemerintah Amerika Serikat.
Informasi dari kalangan internal Gedung Putih menunjukkan bahwa Trump masih membuka peluang pembatalan gencatan senjata andai ada personel militer AS yang terbunuh oleh pihak Iran, meski otoritas resmi Washington sejauh ini masih enggan memberikan pernyataan terbuka.
Situasi diplomatik di Timur Tengah sempat memanas setelah Teheran dilaporkan menangguhkan dialog bilateral akibat eskalasi militer Israel di wilayah Lebanon.
"Kita harus melucuti senjata Hizbullah dan kita harus melakukan demiliterisasi Lebanon," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Lebanon pada Rabu (3/6) diharapkan mampu memberikan stimulus positif bagi kelanjutan pembicaraan diplomatik antara pihak Amerika Serikat dan Iran.