Harga Minyak WTI Anjlok Akibat Rencana Kesepakatan AS dan Iran

Harga Minyak WTI Anjlok Akibat Rencana Kesepakatan AS dan Iran

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2026 dibuka anjlok sebesar 4,79 persen ke level US$ 91,97 per barel di New York Mercantile Exchange pada Senin (25/5/2026) pukul 07.45 WIB akibat mencuatnya kabar kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin dekat.

Penurunan tajam tersebut terjadi dari posisi akhir pekan lalu yang berada di angka US$ 986,60 per barel, sebagaimana dilansir dari Investasi dari laporan Bloomberg. Meskipun kesepakatan mendekat, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade Washington terhadap Selat Hormuz akan tetap berlaku sampai kesepakatan resmi tercapai.

Melalui unggahan di media sosialnya, Trump menyatakan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran tidak perlu dilakukan dengan segera karena proses negosiasi belum sepenuhnya selesai. Para pejabat senior AS memperkirakan persetujuan akhir membutuhkan waktu beberapa hari, dengan poin perbedaan utama mencakup nasib program nuklir Iran.

Di sisi lain, Kantor Berita Iran Tasnim melaporkan bahwa draf perjanjian tersebut masih memiliki celah untuk gagal karena pihak AS dinilai menghalangi beberapa klausul penting. Konflik akibat perang Iran sebelumnya telah mengguncang pasar energi global dan memaksa produsen menghentikan pasokan minyak mentah di Teluk Persia.

"Harga minyak diperdagangkan berdasarkan asumsi terburuk selama berminggu-minggu," kata Haris Khurshid, kepala bagian investasi Karobaar Capital LP.

Kondisi pasar kemudian mulai mengalami penyesuaian setelah ketegangan di wilayah tersebut dinilai tidak mengalami eskalasi lebih lanjut.

"Tetapi begitu menjadi jelas bahwa pembicaraan masih berlangsung dan eskalasi tidak meningkat, sebagian besar premi ketakutan itu hilang dengan cukup cepat," kata Haris Khurshid.

Artikel terkait

Rekomendasi