Harga Minyak WTI Naik Imbas Ketegangan Timur Tengah

Harga Minyak WTI Naik Imbas Ketegangan Timur Tengah

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2026 melonjak 1,08 persen ke level US$ 94,77 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (3/6/2026) pukul 07.25 WIB.

Kenaikan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut tersebut dipicu oleh meluasnya pertempuran di Timur Tengah serta keraguan publik terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dilansir dari Investasi.

Aksi militer Israel ke Lebanon terus berlanjut hingga mengancam proses negosiasi jangka panjang antara Washington dan Teheran, sementara Iran juga meluncurkan serangan rudal ke negara tetangga.

Meskipun demikian, agenda pembahasan lanjutan antara pihak Israel dan Lebanon tetap dijadwalkan berjalan pada Rabu.

Merespons situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan tetap optimis bahwa negaranya dapat segera mencapai kesepakatan damai temporer dengan pihak Iran.

Pernyataan dari pemimpin AS ini sekaligus menyangkal pemberitaan media Iran yang menyebutkan bahwa proses dialog kedua negara ditangguhkan akibat pecahnya pertempuran di Lebanon.

Kendati ada bantahan tersebut, kepastian mengenai perpanjangan masa gencatan senjata dan kelancaran pasokan energi melalui Selat Hormuz tetap membuat pergerakan harga minyak bergejolak.

"Kesenjangan antara AS dan Iran menunjukkan bahwa kesepakatan apa pun yang mengarah pada normalisasi arus masih jauh dari kenyataan," kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas untuk ING Groep NV Singapura.

Kondisi pasar ke depan dinilai masih rentan mengalami kelangkaan pasokan seiring dengan masuknya periode musiman baru.

"Risikonya cenderung ke arah positif, teruama saat kita mendekati kuartal ketiga, periode permintaan yang secara musiman lebih kuat," ujar Warren Patterson.

Artikel terkait

Rekomendasi