Harga Pangan Nasional 25 Mei 2026 Melonjak Drastis

Harga Pangan Nasional 25 Mei 2026 Melonjak Drastis

Beban belanja rumah tangga masyarakat dipastikan membengkak pada awal pekan ini. Sejumlah komoditas pangan pokok nasional di pasar tradisional kompak merangkak naik pada sesi perdagangan Senin (25/5/2026).

Mengacu pada pembaruan data real-time Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang diakses melalui portal resmi bi.go.id/hargapangan pada pukul 09.40 WIB, fluktuasi grafik harga bahan pangan menunjukkan pergerakan yang cukup agresif dibanding hari sebelumnya, seperti dikutip dari Suara.

Dari seluruh sektor kebutuhan pokok, lonjakan harga paling masif mengempas kelompok sayuran kurva pedas, khususnya jenis cabai dan bawang-bawangan. Komoditas hortikultura menjadi penyumbang utama pembentukan tren kenaikan harga pangan harian.

Cabai merah keriting menempati urutan teratas dalam daftar lonjakan harga tertinggi dengan persentase kenaikan mencapai 45,55%, sehingga memaksa harga rata-rata nasional mendarat di level Rp76.850 per kilogram.

Daftar Pergerakan Harga Kelompok Bumbu Dapur
KomoditasKenaikan (%)Harga per Kilogram
Cabai Merah Besar38,04%Rp76.200
Cabai Hijau22,95%Rp65.100
Cabai Rawit Merah13,31%Rp81.300
Bawang Merah (Ukuran Sedang)15,05%Rp54.650
Bawang Putih (Ukuran Sedang)10,35%Rp42.650

Grafik Harga Beras dan Protein Hewani Ikut Menanjak

Tidak hanya bumbu dapur, komoditas pangan utama yakni beras juga menunjukkan tren pengetatan harga di semua lini kualitas. Pada ceruk pasar beras kualitas bawah I dan II, harga masing-masing dipatok sebesar Rp15.400 (naik 5,84%) dan Rp15.550 per kilogram (naik 6,87%).

Untuk kelas medium, varietas medium I berada di posisi Rp16.250 per kilogram dan medium II di level Rp16.350 per kilogram. Sementara di kelas premium, beras kualitas super I kini menyentuh Rp17.650 per kilogram serta super II merangkak naik ke angka Rp17.550 per kilogram.

Di sektor pelengkap nutrisi atau protein hewani, koreksi naik juga tidak terhindarkan. Daging ayam ras segar kini diperdagangkan di tingkat eceran dengan harga Rp39.650 per kilogram atau naik 2,59%.

Komoditas daging sapi kualitas I naik menjadi Rp150.750 per kilogram, disusul daging sapi kualitas II yang ikut terkoreksi ke angka Rp141.500 per kilogram. Selain itu, pasokan telur ayam ras segar juga mengalami lonjakan harga sebesar 8,17% menjadi Rp33.100 per kilogram.

Tren penguatan ini ditutup oleh komoditas gula pasir, di mana varian premium naik ke level Rp21.400 per kilogram dan jenis gula pasir lokal menyentuh Rp19.600 per kilogram.

Di tengah dominasi tren zona merah yang mencekik kantong konsumen, komoditas minyak goreng justru bergerak anomali dengan mencatatkan penurunan harga secara merata. Langkah penurunan harga di sektor minyak nabati domestik ini meliputi beberapa jenis produk.

Minyak goreng curah mengalami penurunan tipis sebesar 1,95% sehingga harganya menjadi Rp20.150 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 1 tercatat terkoreksi melandai ke angka Rp23.600 per kilogram.

Penurunan ini kemudian disusul oleh jenis minyak goreng kemasan bermerek 2. Komoditas tersebut ikut bergerak turun hingga mendarat di posisi Rp22.850 per kilogram.

Artikel terkait

Rekomendasi