Sejumlah harga komoditas pangan nasional di pasar tradisional menunjukkan tren kenaikan yang signifikan pada Kamis, 7 Mei 2026. Lonjakan terutama terjadi pada kelompok bumbu dapur seperti bawang merah dan cabai.
Berdasarkan data panel harga pangan Bank Indonesia yang dikutip dari Suara, tekanan harga masih membayangi kebutuhan pokok rumah tangga. Meski demikian, terdapat penurunan harga pada mayoritas jenis beras dan daging sapi.
Bawang merah ukuran sedang mencatatkan kenaikan tertinggi di kategorinya dengan menyentuh angka Rp48.600 per kilogram. Komoditas ini mengalami kenaikan sebesar 6,35 persen atau bertambah Rp2.900 dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan tipis juga dialami bawang putih ukuran sedang yang kini berada di level Rp39.400 per kilogram. Harga tersebut terkoreksi naik 0,9 persen atau setara dengan kenaikan Rp350.
Lini cabai mencatatkan lonjakan paling drastis, dipimpin oleh cabai merah besar yang harganya menembus Rp59.200 per kilogram. Secara nominal, harga ini melambung Rp10.000 atau naik sekitar 20,33 persen.
Cabai merah keriting juga merangkak naik 11,05 persen ke posisi Rp51.750 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah meningkat 4,69 persen menjadi Rp61.400 per kilogram pada periode yang sama.
Berbanding terbalik dengan varian lainnya, cabai rawit hijau justru mengalami penurunan tajam sebesar 10,41 persen. Harga komoditas ini kini berada pada angka Rp43.450 per kilogram.
Untuk sektor pangan utama, mayoritas harga beras justru bergerak melandai. Beras kualitas medium I turun 2,48 persen menjadi Rp15.700 per kilogram dan beras medium II menyusut 3,44 persen ke Rp15.450 per kilogram.
Penurunan harga juga terlihat pada beras kualitas super I yang turun menjadi Rp16.900 per kilogram serta super II ke level Rp16.500 per kilogram. Namun, beras kualitas bawah I naik tipis menjadi Rp14.800 per kilogram.
Sektor protein hewani menunjukkan dinamika yang beragam. Harga daging ayam ras segar melonjak 5,43 persen menjadi Rp40.800 per kilogram, diikuti telur ayam ras yang naik ke Rp32.450 per kilogram.
Sebaliknya, harga daging sapi terpantau mengalami koreksi harga ke bawah. Daging sapi kualitas I turun 3,72 persen menjadi Rp142.500 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di angka Rp136.550 per kilogram.
Tekanan inflasi cukup kuat dirasakan pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng kemasan bermerek I melambung 6,93 persen menjadi Rp25.450 per kilogram, sementara kemasan bermerek II naik ke Rp24.000 per kilogram.
Minyak goreng curah juga ikut terangkat naik 3,16 persen menjadi Rp21.200 per kilogram. Sementara itu, gula pasir premium kini dijual seharga Rp21.200 per kilogram, berbanding terbalik dengan gula pasir lokal yang turun tipis ke Rp19.100 per kilogram.
| Komoditas | Harga (Per Kg) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Bawang Merah Sedang | Rp48.600 | +6,35% |
| Cabai Merah Besar | Rp59.200 | +20,33% |
| Cabai Rawit Merah | Rp61.400 | +4,69% |
| Daging Ayam Ras | Rp40.800 | +5,43% |
| Daging Sapi Kualitas I | Rp142.500 | -3,72% |
| Beras Medium I | Rp15.700 | -2,48% |
| Minyak Goreng Kemasan I | Rp25.450 | +6,93% |
| Telur Ayam Ras | Rp32.450 | +3,02% |