Sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional wilayah Tangerang Selatan mulai mengalami lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 pada Jumat (22/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, pergerakan naik ini terjadi pada beberapa bahan pangan seperti bawang merah, buncis, tomat, hingga cabai rawit.
Kenaikan harga yang signifikan tersebut dikeluhkan oleh para pedagang sayur di Pasar Ciputat dan Pasar Serpong. Guna menyiasati modal yang membengkak, para pedagang terpaksa mengurangi jumlah stok barang dagangan mereka.
Pedagang sayur di Pasar Ciputat, Asep (25), menjelaskan bahwa dampak dari kenaikan harga ini sudah mulai dirasakan oleh para pedagang dalam sepekan terakhir.
"Berdampak banget. Kenaikannya pesat banget. Dari harga normal jadi tinggi banget harganya," ujar Asep.
Menurut pencatatan Asep, harga cabai rawit merah melonjak dari Rp 75.000 menjadi Rp 90.000 per kilogram, sementara bawang merah kupas naik dari kisaran Rp 45.000-Rp 50.000 menjadi Rp 75.000 per kilogram. Adapun untuk jenis bawang merah yang tidak dikupas, nilai jualnya kini mencapai Rp 65.000 per kilogram.
"Yang naik parah itu bawang merah sama buncis," kata Asep.
Komoditas buncis bahkan mengalami lonjakan hingga dua kali lipat dari harga pasaran yang biasa dibanderol oleh pedagang.
"Naik pokonyanya cepat banget," kata Mimin.
Pedagang sayur lain di Pasar Ciputat, Mimin (43), mengonfirmasi kenaikan serupa di mana bawang merah Brebes kini menyentuh Rp 60.000 hingga Rp 65.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 40.000-Rp 45.000. Harga tomat per peti juga merangkak naik menjadi sekitar Rp 60.000 dari harga normal Rp 45.000 hingga Rp 50.000.
"Kalau hujan terus pasti harga pada naik. Mungkin panennya tertunda atau pasokan kurang," kata Mimin.
Kondisi cuaca yang sering turun hujan serta momentum menjelang Idul Adha dinilai menjadi penyebab utama terhambatnya pasokan sayur ke pasar tradisional.
"Baru dua hari inilah naiknya," kata Wahyu.
Pedagang di Pasar Serpong, Wahyu (50), turut merasakan kenaikan harga tomat dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram, serta bawang merah dari Rp 50.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram.
"Ya mungkin karena cuaca kali sekarang. Kemarin-kemarin kan hujan," ucap Wahyu.
Faktor cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir diduga kuat menjadi pemicu utama tidak stabilnya harga komoditas sayuran di pasaran.
"Biayanya lumayan juga, yang ada kita nombok. Belum lagi uang bensin, makan, karyawan," jelas Asep.
Akibat tingginya modal, Asep memangkas pembelian cabai rawit di Pasar Induk Kramatjati dari 10 kilogram menjadi hanya 6 kilogram.
"Mudah-mudahan harga bisa turun ya, karena susah banget untuk jualnya. Stres banget ini parah," ucap Asep.
Para pedagang kini mengharapkan adanya intervensi atau bantuan dari pemerintah agar harga komoditas pangan tidak semakin melambung, terutama di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan.