Saham BBCA Naik ke Rp5.875 pada Perdagangan 4 Mei 2026

Saham BBCA Naik ke Rp5.875 pada Perdagangan 4 Mei 2026

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau bergerak di zona hijau pada sesi perdagangan Senin, 4 Mei 2026 siang. Emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia ini mencatatkan kenaikan tipis saat dinamika pasar modal sedang fluktuatif.

Dilansir dari Suara, data RTI Business menunjukkan bahwa hingga pukul 13.38 WIB, saham milik Grup Djarum tersebut bertengger di level Rp5.875 per lembar. Posisi ini menandakan adanya penguatan sebesar 25 poin atau setara dengan kenaikan sekitar 0,43 persen dari penutupan sebelumnya.

Pada pembukaan pasar pagi hari, BBCA mengawali pergerakan di level Rp5.800 per saham. Sepanjang sesi berjalan, harga bergerak dinamis dengan menyentuh angka tertinggi pada Rp5.950 dan sempat tertahan di level terendah pada posisi Rp5.800.

Meski penguatannya tergolong moderat, BBCA tetap menjadi tumpuan utama bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan nilai kapitalisasi pasar yang menembus Rp717 triliun, setiap pergerakan saham ini memberikan pengaruh signifikan terhadap arah indeks secara keseluruhan.

Ditinjau dari sisi fundamental, rasio harga terhadap laba atau Price to Earnings Ratio (PER) BBCA saat ini berada di angka 12,46 kali. Bagi investor yang mencari pendapatan pasif, emiten ini menawarkan daya tarik melalui dividend yield sebesar 5,72 persen.

Investor disarankan untuk tetap mencermati rentang pergerakan saham ini dalam setahun terakhir. Level harga saat ini dinilai berada di area support yang kuat, mengingat harga terendah dalam 52 minggu terakhir berada di posisi Rp5.800.

Angka tersebut terpaut cukup jauh dari level tertinggi tahunan yang pernah menyentuh Rp9.800 per lembar saham. Kondisi ini mencerminkan fluktuasi harga yang signifikan dalam kurun waktu satu tahun kalender perdagangan bagi emiten perbankan raksasa tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi