PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) berhasil membukukan hasil investasi sebesar Rp 22,4 miliar per April 2026, berdasarkan data yang dilansir dari Keuangan pada Rabu (3/6/2026). Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 38 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp 16 miliar.
Pertumbuhan dana kelolaan yang dipicu oleh peningkatan penghimpunan premi menjadi pendorong utama kenaikan hasil investasi tersebut. Manajemen perusahaan tetap menerapkan strategi penempatan dana yang berfokus pada instrumen dengan risiko terukur guna menjaga stabilitas performa finansial.
"Perusahaan tetap mempertahankan alokasi portofolio yang didominasi oleh instrumen pendapatan tetap (fixed income), yang terbukti mampu memberikan imbal hasil yang relatif stabil dan konsisten," ujar Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso.
Hengky Djojosantoso menilai bahwa instrumen pendapatan tetap tersebut memiliki kemampuan untuk memberikan imbal hasil yang cenderung stabil di tengah situasi pasar keuangan global yang dinamis. Walakin, pergerakan nilai portofolio investasi diakui tetap tidak terlepas dari pengaruh volatilitas pasar yang sedang terjadi.
Penyesuaian nilai pasar wajar (mark-to-market) berpotensi dialami oleh beberapa instrumen investasi yang sensitif terhadap fluktuasi suku bunga. Situasi ini biasanya muncul dalam kondisi tren kenaikan suku bunga serta meningkatnya ekspektasi risiko di pasar modal.
Kendati demikian, manajemen memastikan sebagian besar portofolio ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN) serta obligasi korporasi yang memiliki kualitas kredit baik. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak negatif dari ketidakpastian situasi ekonomi nasional maupun global.
"Karena itu, fluktuasi pasar dalam jangka pendek lebih banyak berdampak pada valuasi sementara, sementara fundamental aset yang menjadi dasar investasi tetap terjaga," tutur Hengky Djojosantoso.
Untuk memproyeksikan kinerja ke depan, perusahaan asuransi ini bakal terus mengandalkan instrumen fixed income sebagai penyumbang utama pendapatan investasi sepanjang tahun 2026. Kenaikan suku bunga dipandang memiliki sisi positif dalam membuka peluang perolehan yield yang lebih tinggi, meski di sisi lain berpotensi menekan harga instrumen pendapatan tetap.
Langkah strategis Ciputra Life hingga akhir tahun difokuskan pada upaya menjaga kualitas portofolio dan mengoptimalkan pendapatan investasi. Manajemen juga memastikan tingkat likuiditas perusahaan tetap berada pada posisi yang sehat sembari memantau pergerakan pasar secara selektif.