HKI Minta Pemerintah Percepat Reformasi Struktural Tanggapi Tekanan Rupiah dan IHSG

HKI Minta Pemerintah Percepat Reformasi Struktural Tanggapi Tekanan Rupiah dan IHSG

Pelemahan Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) dan kurs rupiah terhadap dolar AS menjadi perhatian pelaku usaha. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor global serta sentimen pasar modal terhadap emerging markets.

Dilansir dari Detik Finance, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai situasi tersebut sebagai siklus ekonomi yang wajar terjadi dalam periode ketidakpastian global.

Ketua Umum HKI, Akhmad Ma'ruf Maulana, menyebut ketegangan geopolitik, tingginya suku bunga global, volatilitas harga energi, dan perpindahan modal internasional menjadi pemicu tekanan ekonomi di berbagai negara berkembang.

"Indonesia telah berkali-kali menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari krisis keuangan Asia, krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga berbagai gejolak geopolitik dunia. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi nasional tidak boleh diukur hanya dari pergerakan harian kurs atau indeks saham, melainkan dari kemampuan menjaga aktivitas ekonomi riil, investasi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja," ujar Ma'ruf dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

HKI memandang fundamental investasi Indonesia masih sangat kuat karena ditopang pasar domestik yang besar, bonus demografi, kekayaan alam, hilirisasi, dan kematangan jaringan kawasan industri.

Sebab itu, pelaku usaha meminta pemerintah mempercepat reformasi struktural daripada larut dalam kepanikan fluktuasi pasar keuangan.

Langkah nyata yang mendesak dilakukan meliputi penyederhanaan regulasi, percepatan izin, sinkronisasi kebijakan pusat-daerah, kepastian tata ruang, jaminan pasokan energi, dan peningkatan kualitas infrastruktur.

"Investor pada dasarnya mencari tiga hal: kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik," lanjut Ma'ruf.

Di sisi lain, HKI mengapresiasi langkah koordinasi pemerintah, Bank Indonesia, serta otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Momentum perlambatan ekonomi global justru dipandang sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk menangkap arus relokasi industri multinasional yang tengah menata ulang rantai pasok mereka.

"Sejarah menunjukkan bahwa negara yang mampu bergerak cepat di tengah ketidakpastian justru menjadi pemenang ketika ekonomi global kembali pulih. Karena itu, saat ini bukan waktunya pesimis. Ini adalah saat yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kawasan industri, dan investor guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi