PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp56,3 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (18/5/2026).
Keputusan alokasi keuntungan ini diambil setelah emiten rokok tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal pertama tahun ini, seperti yang dilansir dari Investasi.
Nilai dividen per saham yang dibagikan kali ini tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada pada angka Rp56,2 per saham atau dengan total nilai mencapai Rp6,54 triliun.
Berdasarkan harga penutupan saham HMSP pada perdagangan Senin (18/5/2026) yang berada di level Rp730 per saham, yield dividen yang dihasilkan mencapai 7,7 persen atau sekitar tiga kali lipat dari rata-rata suku bunga deposito rupiah di bank umum.
Melalui kepemilikan mayoritas, PT Philip Morris Indonesia selaku pemegang saham pengendali diperkirakan mengantongi dividen sekitar Rp6,05 triliun, sedangkan sisa alokasi sebesar Rp495,15 miliar akan disalurkan kepada investor publik.
Manajemen menetapkan jadwal pencatatan pemegang saham yang berhak atau recording date pada 2 Juni 2026, sementara proses pembayaran dividen tunai final dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026.
Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh penurunan beban pokok penjualan sebesar 6,57 persen menjadi Rp22,20 triliun serta lonjakan pos penghasilan lain-lain sebesar 16,10 persen menjadi Rp89,20 miliar.
Melalui efisiensi tersebut, laba bersih HMSP meningkat 7,19 persen secara tahunan menjadi Rp2,05 triliun per Maret 2026, meskipun pendapatan bersih perusahaan sebenarnya terkoreksi 5,50 persen menjadi Rp27,2 triliun.