PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus melakukan penguatan terhadap bisnis pembiayaan ultra mikro. Langkah strategis ini berjalan beriringan dengan ekspansi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan Pegadaian.
Ekspansi tersebut memicu dampak positif ganda. Selain memacu pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, akses pembiayaan serta pendampingan untuk perempuan pelaku usaha kecil di berbagai wilayah kini semakin luas, seperti dikutip dari Keuangan.
Melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), perseroan memfokuskan diri pada pembangunan ekosistem pemberdayaan perempuan prasejahtera produktif. Skema yang diterapkan meliputi penyaluran pembiayaan, pelatihan usaha, dan pendampingan berbasis kelompok.
Model bisnis kelompok ini terbukti menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan PNM selama beberapa tahun terakhir. Lonjakan kinerja keuangan perseroan terlihat nyata dari pergerakan data aset mereka.
Aset PNM mengalami kenaikan yang sangat signifikan, dari Rp31,7 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp57 triliun pada tahun 2025. Perkembangan ini diikuti oleh peningkatan total liabilitas yang bergerak dari Rp26,1 triliun menjadi Rp45,3 triliun, yang menandakan kapasitas pembiayaan bagi masyarakat ultra mikro kian membesar.
Pada aspek permodalan, total ekuitas PNM mengalami pertumbuhan lebih dari dua kali lipat, dari Rp5,6 triliun menjadi Rp11,7 triliun pada 2025. Pada saat yang sama, laba bersih perseroan melesat dari Rp359 miIiar pada 2020 menjadi Rp1,14 triliun pada 2025.
Akselerasi performa ini mulai terjadi setelah PNM secara resmi bergabung ke dalam Holding Ultra Mikro pada tahun 2021. Proses integrasi bersama BRI dan Pegadaian ini sukses memperluas jangkauan operasional, memperkuat basis digitalisasi, serta meningkatkan efisiensi internal.
Group CEO Hery Gunardi menerangkan bahwa Holding Ultra Mikro memegang peran sebagai platform strategis demi memperkokoh sinergi antar-entitas sekaligus mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Hery belum lama ini.
Hery menambahkan, kolaborasi di dalam wadah holding ini juga memperlebar pintu masuk pembiayaan bagi kaum perempuan yang mengelola usaha ultra mikro. Hal tersebut dinilai membawa efek langsung pada penguatan ekonomi kerakyatan serta tingkat inklusi keuangan di skala nasional.
Imbas positif dari pendampingan PNM Mekaar di lapangan mulai dirasakan langsung lewat perkembangan bisnis para nasabah perempuan. Nasabah tidak sekadar memperoleh kucuran modal, melainkan juga dibekali pelatihan intensif serta penguatan jaringan sosial lewat pertemuan kelompok yang digelar rutin.
Nurjannah, seorang nasabah PNM Mekaar, menceritakan bahwa proses pendampingan yang konsisten telah mengubah skala usahanya dari tingkat kecil hingga berhasil memenangkan sebuah penghargaan nasional.
"Yang tadinya saya hanya usaha kecil, tapi karena selalu mendapatkan binaan dari PNM, hari ini saya bisa berdiri di sini untuk mendapatkan penghargaan ini," ujar Nurjannah.
Bukti keberhasilan para nasabah PNM Mekaar ini kembali terlihat nyata dalam ajang Women’s Inspiration Awards 2026 yang berlangsung pada 30 April 2026. Sejumlah pelaku usaha binaan PNM sukses membawa pulang apresiasi atas keberhasilan memajukan bisnis sekaligus memberikan dampak sosial bagi lingkungan sekitar.
Pencapaian para nasabah tersebut semakin mengukuhkan posisi PNM di industri. Perseroan tidak hanya berperan sebagai penyedia dana ultra mikro, melainkan juga bertindak sebagai mitra pemberdayaan perempuan yang menyokong ketahanan ekonomi keluarga serta UMKM nasional.