Hutama Karya Perbaiki Infrastruktur Air Bersih di Sumatera Barat

Hutama Karya Perbaiki Infrastruktur Air Bersih di Sumatera Barat

PT Hutama Karya (Persero) mempercepat rehabilitasi infrastruktur air bersih yang rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Langkah tanggap darurat ini dilakukan melalui pemulihan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna menjamin pasokan kebutuhan dasar masyarakat kembali normal.

Proyek pemulihan infrastruktur air bersih ini dikerjakan lewat kombinasi skema swakelola bersama pekerja serta kemitraan dengan kontraktor lokal. Upaya percepatan rehabilitasi tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada 22 Desember 2026 mendatang.

"Penanganan SPAM Pascabencana di Sumatera Barat ini menjadi salah satu prioritas utama kami demi mengembalikan hak masyarakat atas akses air bersih yang sempat terputus akibat banjir bandang. Melalui penanganan tanggap darurat yang cepat di titik-titik kritis seperti Palukahan dan Guo Kuranji, kami berhasil mempercepat normalisasi air bersih bagi puluhan ribu sambungan rumah dan area Huntara. Tantangan kelogistikan medan dan keterbatasan keahlian di lapangan terus kami mitigasi melalui penempatan tim teknis yang mobile serta pelibatan aktif pekerja lokal. Kami berharap infrastruktur yang dibangun secara optimal ini nantinya dapat dirawat dan dioperasikan bersama oleh warga serta PDAM dengan baik agar berdaya guna dalam jangka panjang," ujar Hamdani, Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Bencana banjir bandang pada November 2025 memicu kerusakan parah pada pipa utama, fasilitas milik PDAM, hingga sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), seperti dilansir dari Detik Finance. Kerusakan ini tersebar di puluhan titik lokasi jaringan air bersih perdesaan maupun perkotaan.

Di Kabupaten Agam, kerusakan melanda enam SPAM PDAM dan delapan SPAM perdesaan, serta membutuhkan pipa baru untuk enam lokasi hunian sementara (huntara). Kerusakan serupa menimpa enam SPAM PDAM dan dua SPAM perdesaan di Pesisir Selatan yang turut memerlukan jaringan pipa bagi dua titik huntara.

Sementara di Kota Padang, kerusakan mencakup enam SPAM PDAM, satu SPAM Universitas Andalas, dan lima titik sumur bor. Di SPAM Palukahan Padang, pipa transmisi sepanjang satu kilometer hancur, sedangkan di SPAM Guo Kuranji terjadi kerusakan pada struktur mercu bendung.

Tim di lapangan mengatasi kendala logistik medan berat dengan mengangkut material secara manual tanpa alat berat berskala besar. Guna mempercepat proses perbaikan, Hutama Karya mengoordinasikan pengerjaan simultan dengan melibatkan sekitar 83 orang atau 65 persen tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal.

Saat ini, pasokan air bersih dilaporkan telah kembali mengalir kepada 399 kepala keluarga yang berada di delapan lokasi huntara. Perbaikan pipa transmisi Palukahan dan distribusi Balai Gadang juga berhasil menormalkan kebutuhan air untuk 21.082 sambungan rumah dalam tempo kurang dari 30 hari.

Penanganan darurat pada area kritis SPAM Guo Kuranji turut menjaga stabilitas pasokan bagi sekitar 6.312 pelanggan aktif. Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat, serta PDAM setempat.

Artikel terkait

Rekomendasi