IATA Prediksi Harga Tiket Pesawat Naik Akibat Krisis Timur Tengah

IATA Prediksi Harga Tiket Pesawat Naik Akibat Krisis Timur Tengah

Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) memproyeksikan kenaikan harga tiket pesawat dalam waktu dekat akibat lonjakan biaya operasional maskapai yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, dilansir dari Detik Travel pada Minggu (17/5/2026).

Direktur Jenderal IATA Willie Walsh menjelaskan bahwa perusahaan penerbangan kini berada dalam posisi sulit untuk meredam tingginya pengeluaran avtur secara mandiri.

"Sama sekali tidak ada cara bagi maskapai penerbangan untuk menyerap biaya tambahan yang mereka alami saat ini," ujar Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA.

Walsh menilai fluktuasi harga komoditas minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik tersebut pada akhirnya akan membebani konsumen melalui penyesuaian tarif penerbangan.

"Mungkin ada beberapa momen saat maskapai memberikan diskon untuk merangsang arus lalu lintas penumpang..., tetapi seiring berjalannya waktu, sudah pasti tingginya harga minyak akan tercermin pada harga tiket yang lebih mahal," tambah Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA.

Kendati demikian, pihak otoritas penerbangan global memprediksi situasi ini tidak akan berujung pada penghentian operasional penerbangan secara masif di berbagai negara, meskipun potensi kendala logistik tetap diwaspadai.

"Saya pikir kekhawatiran utamanya adalah jika pasokan alternatif yang memadai tidak berhasil didapatkan, kemungkinan akan terjadi beberapa kelangkaan saat kita memasuki periode puncak musim panas," kata Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA.

Dampak finansial dari krisis jalur distribusi di Selat Hormuz ini mulai mengoreksi proyeksi keuntungan sejumlah maskapai besar seperti International Airlines Group (IAG) yang membawahi British Airways.

Chief Executive IAG Luis Gallego menyampaikan pandangan terkait ketersediaan stok avtur untuk kebutuhan operasional maskapai menjelang periode liburan mendatang.

Pemerintah Inggris melalui Sekretaris Transportasi Heidi Alexander mengupayakan langkah mitigasi termasuk mengimpor bahan bakar dari Amerika Serikat dan meningkatkan produksi domestik guna menjaga kelancaran liburan masyarakat.

Selain itu, regulasi darurat diterbitkan guna mengizinkan penggabungan penumpang dari jadwal berbeda, di tengah data Cirium yang menunjukkan peningkatan pembatalan penerbangan di bandara Inggris sepanjang Mei 2026.

Juru bicara pemerintah menerangkan kondisi riil stok avtur di tingkat maskapai nasional serta mekanisme pengadaan komoditas yang umum diterapkan industri.

"Maskapai penerbangan Inggris menegaskan bahwa mereka saat ini tidak melihat adanya kelangkaan bahan bakar jet," kata jubir pemerintah.

Pihak otoritas memastikan koordinasi lintas sektor terus berjalan intensif guna memastikan ketahanan energi dan stabilitas operasional transportasi udara.

"Kami terus bekerja sama dengan pemasok bahan bakar, bandara, maskapai penerbangan, dan mitra internasional untuk menjaga penerbangan tetap beroperasi," kata jubir pemerintah.

Langkah taktis melalui konsultasi kebijakan juga disiapkan pemerintah untuk membantu maskapai menyusun jadwal yang akurat demi melindungi hak konsumen.

"Kami juga sedang mengonsultasikan langkah-langkah untuk membantu maskapai merencanakan jadwal penerbangan yang realistis guna menghindari gangguan di menit-menit terakhir dan melindungi masa liburan," kata jubir pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi