Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah sepanjang perdagangan sesi I pada Senin, 11 Mei 2026. Penurunan indeks ini turut menyeret sejumlah saham bank raksasa di Indonesia, bahkan ada yang terkoreksi hingga hampir 8%.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business yang dikutip dari Detik Finance, IHSG mencatatkan pelemahan sebesar 1,14% hingga berada di posisi 6.890,27 pada penutupan sesi pertama. Indeks bahkan sempat menyentuh level terendahnya di angka 6.846,63 pada awal pembukaan pasar.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatat volume transaksi mencapai 24,17 miliar saham dengan nilai total transaksi sebesar Rp 11,44 triliun. Secara keseluruhan, frekuensi perdagangan saham tercatat dilakukan sebanyak 1.698.759 kali transaksi.
Kondisi pasar didominasi oleh pergerakan negatif di mana mayoritas saham mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 439 saham melemah, sementara 236 saham berhasil menguat, dan 138 saham lainnya berada di posisi stagnan.
Sektor perbankan menjadi salah satu penyumbang tekanan terbesar terhadap indeks. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pelemahan paling signifikan dengan koreksi sebesar 7,99%, sehingga harganya turun ke level Rp 4.260 per lembar saham.
Langkah serupa diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mengalami penurunan harga sebesar 1,53% menjadi Rp 3.210 per saham. Saham perbankan pelat merah lainnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), juga terkoreksi 1,30% ke harga Rp 3.810.
Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut berada di zona negatif pada penutupan sesi I ini. Emiten bank swasta terbesar tersebut mencatat penurunan sebesar 0,81% dan parkir di level harga Rp 6.125 per saham.