Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan mengalami tekanan pada sesi perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Proyeksi ini muncul setelah indeks terpapar sentimen negatif dari pasar global maupun domestik.
Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh posisi nilai tukar Rupiah yang menyentuh level terendah baru. Selain itu, pengumuman hasil rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut memicu kekecewaan di kalangan investor, seperti dikutip dari Suara.
Berdasarkan riset harian Phintraco Sekuritas, IHSG sebelumnya ditutup merosot 0,68 persen menuju level 6.858 pada Selasa, 12 Mei 2026. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya mata uang Garuda ke posisi Rp 17.525 per dolar AS.
"IHSG ditutup melemah di level 6,858 pada perdagangan Selasa (12/5). Pelemahan Rupiah pada level terendah baru serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG," tulis Phintraco Sekuritas.
Tim analis Phintraco Sekuritas memprediksi indeks berpeluang menguji titik support pada level 6.700. Sementara itu, titik resistance berada di angka 6.900 dengan area pivot pada level 6.800.
"Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700. Perlu diwaspadai koreksi lanjutan karena pengumuman MSCI dan menjelang libur long weekend," lanjut riset tersebut.
Dari sisi performa sektoral, bidang kesehatan menjadi beban terberat bagi indeks setelah anjlok hingga 3,51 persen. Di sisi lain, sektor material dasar justru menunjukkan performa kuat dengan kenaikan mencapai 1,85 persen.
Rebalancing MSCI periode Mei 2026 dianggap memberikan dampak negatif jangka pendek karena banyaknya saham Indonesia yang terdepak. Dalam MSCI Global Standard Indexes, saham-saham besar seperti AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT resmi dikeluarkan.
Untuk kategori MSCI Small Cap Indexes, meskipun saham AMRT berhasil masuk, tercatat banyak emiten yang keluar. Daftar tersebut meliputi ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.
"Pengumuman rebalancing indeks MSCI Mei 2026, ternyata lebih banyak saham yang dikeluarkan dari perkiraan pasar sebelumnya. Sehingga diperkirakan akan menjadi sentimen negatif dalam jangka pendek," tulis Phintraco.
Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain ADRO, ISAT, CDIA, BRPT, dan BBNI. Analisis teknikal menunjukkan adanya peluang pada emiten tersebut di tengah fluktuasi pasar.
Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas memiliki pandangan serupa mengenai potensi pelemahan terbatas pada IHSG. Mereka memproyeksikan rentang pergerakan indeks akan berada di kisaran support 6.850 hingga resistance 7.000.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.850 – 7.000," tulis Pilarmas dalam laporan paginya.
Pilarmas mencatat bahwa pada hari sebelumnya, indeks kehilangan 46,72 poin. Mereka juga menempatkan sejumlah saham dalam daftar pantauan atau stockwatch hari ini, yaitu SSIA, EXCL, dan TINS.