Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melesat hingga menyentuh level 6.213 pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. Lonjakan ini terjadi tepat setelah pasar melewati momentum libur panjang.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.06 WIB memperlihatkan pergerakan indeks yang terus merangkak naik sebesar 1,41 persen. Aktivitas pasar langsung bergerak agresif sejak menit-menit pertama perdagangan dimulai.
Seperti dilansir dari Suara, volume perdagangan pada waktu tersebut tercatat mencapai 2,56 miliar saham. Adapun total nilai transaksi yang terjadi di pembukaan pasar menyentuh Rp 2,80 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 225.000 kali.
Dinamika pergerakan harga saham di papan perdagangan menunjukkan persaingan ketat. Tercatat sebanyak 290 saham bergerak menguat, sedangkan 274 saham mengalami penurunan, dan 395 saham lainnya tidak bergerak.Beberapa emiten yang berhasil menempati jajaran Top Gainers pada perdagangan waktu itu antara lain CUAN, DSSA, BREN, OMRE, dan APLI. Sebaliknya, saham yang terpuruk dalam kelompok Top Loser meliputi ENAK, PDPP, PPGL, HBAT, dan BINA.
Laju IHSG pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026 diperkirakan akan bergerak variatif atau mixed. Meskipun memiliki kecenderungan menguat, ruang kenaikannya dinilai bakal berjalan dalam rentang yang terbatas.
Pelaku pasar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kombinasi sentimen global dan domestik. Faktor penentu ini mulai dari eskalasi konflik di Timur Tengah hingga rilis data makroekonomi nasional yang akan segera dikeluarkan.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan bahwa indeks saham gabungan hari ini akan bergerak pada kisaran level support 6.060 dan resistance 6.209.
Berdasarkan indikator teknikal Moving Average Convergence Divergence (MACD), tren akselerasi pasar saat ini mulai memperlihatkan tanda-tanda jenuh beli. Kondisi ini membuat ruang kenaikan indeks menjadi cukup ketat.
"IHSG, inflasi Indonesia, nilai tukar rupiah, dan konflik Timur Tengah menjadi faktor utama yang dipantau investor dalam menentukan strategi investasi jangka pendek," urai Audi ketika dihubungi Redaksi, Selasa (2/6/2026).Menurut analisis Kiwoom Sekuritas, fluktuasi pasar modal hari ini akan sangat dipengaruhi oleh dinamika indeks global. Selain itu, pergerakan dipengaruhi angka inflasi Mei 2026 serta kinerja PMI manufaktur nasional di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.