IHSG 21 Mei 2026 Anjlok ke Level 6.294 Setelah Sempat Menghijau

IHSG 21 Mei 2026 Anjlok ke Level 6.294 Setelah Sempat Menghijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pembalikan arah ke zona merah pada awal perdagangan Kamis (21/5/2026) akibat tekanan sentimen pasar yang masih kuat, seperti dilansir dari Money.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi preopening, indeks sempat mencatat kenaikan sebesar 47,984 poin atau 0,76 persen menuju posisi 6.366,485.

Namun, performa positif tersebut segera merosot sekitar pukul 09.11 WIB dengan penurunan IHSG sebesar 23,67 poin atau 0,37 persen ke level 6.294,83.

Dalam dinamika perdagangan pagi, indeks bergerak pada batas tertinggi 6.378,81 serta sempat menyentuh titik terendah pada level 6.291,04.

Aktivitas di lantai bursa terpantau padat dengan volume transaksi mencapai 3,209 miliar saham dan membukukan nilai transaksi Rp 1,908 triliun.

Frekuensi perdagangan menyentuh angka 217.400 kali transaksi, yang mencakup 274 saham bergerak menguat, 275 saham melemah, serta 410 saham lainnya berjalan stagnan.

Meskipun dibuka pada zona hijau, sejumlah analis mengidentifikasi bahwa pergerakan indeks masih terjebak dalam fase tren menurun karena pengaruh faktor eksternal dan domestik.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan pergerakan indeks berpotensi mengalami penguatan yang terbatas dengan area support di level 6.184 dan resistance di 6.388.

Menurut pantauan Herditya Wicaksana, fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada dampak penyesuaian bobot indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendorong aksi jual saham berkapitalisasi besar.

Sentimen lain yang ikut membayangi laju pasar modal berasal dari kebijakan regulasi pada sektor barang tambang yang diperkirakan memengaruhi saham berbasis komoditas.

"Posisi IHSG masih berada di fase downtrend-nya dan besok (Kamis) kami perkirakan akan bergerak menguat terbatas dengan support 6.184 dan resist 6.388, di mana nampaknya pasar masih akan tertekan dari aksi rebalancing MSCI dan juga regulasi barang tambang," ujar Herditya.

Perkembangan Bursa Saham Asia

Kondisi pasar modal di kawasan Asia sebagian besar justru mencatatkan pergerakan yang positif pada perdagangan Kamis.

Indeks SSE Composite China mengalami kenaikan 29,04 poin atau 0,70 persen hingga menetap di level 4.191,23.

Lompatan besar terjadi pada indeks Nikkei 225 Jepang yang melesat hingga 2.067,61 poin atau 3,46 persen menuju posisi 61.872,02.

Penguatan juga diikuti oleh indeks Hang Seng Hong Kong yang naik 127,70 poin atau 0,50 persen ke angka 25.778,82.

Selanjutnya, indeks S&P/ASX 200 Australia ikut merangkak naik sebesar 140,30 poin atau 1,65 persen ke level 8.636,90.

Sebaliknya, pelemahan dialami oleh The Asia Dow yang bertahan di zona merah dengan koreksi sebesar 66,05 poin atau 1,04 persen pada posisi 6.311,60.

Artikel terkait

Rekomendasi