IHSG 22 Mei 2026 Anjlok 0,81 Persen ke Level 6.045 pada Perdagangan Pagi

IHSG 22 Mei 2026 Anjlok 0,81 Persen ke Level 6.045 pada Perdagangan Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles pada awal pembukaan perdagangan pasar modal. Dikutip dari Suara, indeks saham domestik ini langsung memerah ke posisi 6.065.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.06 WIB, pelemahan IHSG terus berlanjut. Indeks saham jatuh 0,81 persen hingga menyentuh level 6.045.

Aktivitas perdagangan mencatat volume saham yang ditransaksikan mencapai 3,38 miliar lembar. Nilai transaksi tersebut menyentuh Rp 1,67 triliun dengan frekuensi sebanyak 177.400 kali.

Kondisi pasar menunjukkan tekanan besar dengan melemahnya 445 saham. Sementara itu, 132 saham terpantau bergerak naik dan 382 saham lainnya tidak bergerak dari posisi semula.

Barisan saham yang menempati posisi Top Gainers antara lain TMPO, CITY, ESIP, PPGL, dan PKPK. Sebaliknya, jajaran saham Top Loser ditempati oleh RONY, LCKM, SOTS, IRSX, serta RALS.

Laju IHSG diperkirakan masih tertahan oleh tekanan jual. Kondisi ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya yang anjlok hingga mendekati level psikologis 6.000.

Riset dari BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup merosot 3,54 persen ke level 6.094. Investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp 508 miliar di pasar reguler.

Koreksi yang terjadi di pasar domestik berbanding terbalik dengan kondisi regional Asia yang mayoritas menguat. Pasar global sebenarnya mendapat angin segar dari kelanjutan pembahasan proposal damai Amerika Serikat dan Iran.

Namun, sentimen positif global terganjal oleh kekhawatiran internal terkait stabilitas makroekonomi nasional. Penilaian S&P Global Ratings menyebutkan wacana pengendalian ekspor berisiko menekan kinerja ekspor dan penerimaan negara.

"Pasar juga merespons pernyataan S&P Global Ratings yang menilai wacana pengendalian ekspor berpotensi menekan kinerja ekspor, penerimaan pemerintah, serta meningkatkan risiko terhadap neraca pembayaran Indonesia," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.

Secara teknikal, pergerakan indeks dinilai masih berada dalam tren bearish. Level support terdekat diproyeksikan berada pada area psikologis 6.000, diikuti support lanjutan di 5.900, sementara area resistance berada di kisaran 6.400.

Investor kini menanti rilis data ekonomi penting domestik untuk menentukan arah pasar. Data tersebut meliputi Current Account Balance hingga pertumbuhan jumlah uang beredar atau M2 Money Supply.

Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat justru ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,55 persen ke level 50.285,66, S&P 500 menguat 0,17 persen ke 7.445,72, dan Nasdaq Composite bertambah 0,087 persen ke posisi 26.293,10.

Menghadapi situasi pasar yang dinamis ini, saham CPIN dan AMRT direkomendasikan sebagai pilihan menarik yang dapat dicermati oleh para investor.

Artikel terkait

Rekomendasi