Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat menjelang akhir pekan. Dilansir dari Suara, indeks bursa domestik ini merosot sebesar 245,02 poin atau anjlok 4,20 persen pada perdagangan 5 Juni 2026.
Kemerosotan ini dipicu oleh gelombang pelepasan aset yang masif oleh pemodal internasional. Data dari Philips Sekuritas mencatat aksi jual bersih oleh investor asing menyentuh angka Rp 3,71 triliun dalam satu sesi perdagangan.
Arus keluar modal asing yang deras ini menambah panjang catatan negatif di pasar modal. Sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD), akumulasi nilai penjualan bersih investor asing kini telah menembus Rp 72,218 triliun.
Aksi lego jangkar para investor asing berpusat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan dan infrastruktur sekuritas.
Berikut adalah lima saham dengan nilai penjualan bersih terbesar oleh investor asing:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 1,13 triliun
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 1,10 triliun
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 235,70 miar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 169,85 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 110,79 miliar
Kendati pasar tertekan hebat, beberapa saham terpantau masih menarik minat pemodal luar negeri dan mencatatkan akumulasi beli bersih.
Berikut adalah lima saham yang paling banyak dikoleksi asing:
- PT Wifi Connect Indonesia Tbk (WIFI): Rp 21,36 miliar
- PT Dewa United Tbk (DEWA): Rp 19,04 miliar
- PT Timah Tbk (TINS): Rp 15,29 miliar
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN): Rp 14,23 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA): Rp 12,53 miliar
Statistik Transaksi Perdagangan
Aktivitas perdagangan di lantai bursa mencatatkan volume yang sangat besar di tengah kepanikan pasar. Total saham yang berpindah tangan mencapai 35,37 juta lembar saham dengan nilai transaksi kumulatif sebesar Rp 31,71 triliun, yang bergerak dalam frekuensi 2,15 juta kali.
Secara keseluruhan, pergerakan harga saham di papan perdagangan didominasi oleh warna merah. Tercatat hanya 115 saham yang berhasil menguat, sementara 656 saham jatuh berguguran, dan 188 saham lainnya jalan di tempat tanpa perubahan harga.
Pada perdagangan ini, deretan saham yang berada di jajaran top gainers atau mencetak kenaikan tertinggi adalah MUTU, MMIX, CBPE, DIGI, dan LFLO. Sebaliknya, saham yang terpuruk paling dalam sebagai top losers meliputi WIFI, ARKO, RSGK, APIC, dan RMKE.