IHSG Ambles ke Level 6.400 Menkeu Purbaya Tetap Optimistis

IHSG Ambles ke Level 6.400 Menkeu Purbaya Tetap Optimistis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia terperosok hingga 26,45 persen sejak awal tahun ke level 6.434,35 pada perdagangan Senin (18/5/2026) pukul 10.41 WIB akibat tekanan sentimen global.

Dilansir dari Suara, aksi jual masif sempat menyeret indeks ke posisi terendah dalam 52 minggu terakhir di level 6.425,95, setelah sebelumnya ditutup di level 6.723,32 pada hari perdagangan yang lalu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penurunan harga saham ini murni pengaruh sentimen negatif jangka pendek, sementara fondasi perekonomian domestik saat ini dinilai masih sangat kokoh.

"Kalau ekonominya bagus, nanti (IHSG) naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu (ekonomi), bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan menyesuaikan secara otomatis ke fundamental ekonominya," ujar Purbaya pada Jumat (24/4/2026).

Pemerintah memilih fokus menstabilkan sektor riil serta makroekonomi nasional ketimbang panik menghadapi fluktuasi harian di pasar saham, seperti yang dilaporkan oleh Detik Finance saat memantau keterangan Menkeu di Lanud Halim Perdanakusumah.

"Nggak apa-apa, nanti kita perbaiki. Kan pondasi ekonominya kan bagus, itu masalah sentimen jangka pendek aja. Jadi, saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu," beber Purbaya pada Senin (18/5/2026).

Menkeu juga membantah kekhawatiran masyarakat yang menilai pelemahan rupiah saat ini mirip dengan situasi krisis finansial tahun 1998, karena kondisi fundamental saat ini sangat berbeda.

"Oh ini kan banyak sentimen. Kalau rupiah melemah seolah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda 1998 itu kebijakannya salah," ujar Purbaya.

Menurut analisis Purbaya, pergerakan ekonomi pada periode 1997 sudah mengalami perlambatan mendalam hingga terjadi resesi, sedangkan laju pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini masih berjalan kencang.

"Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi masih tumbuh kencang, jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," beber Purbaya.

Purbaya kemudian memberikan rekomendasi strategis agar pelaku pasar memanfaatkan momentum koreksi harga ini untuk mengoleksi aset saham yang valuasinya sedang murah.

"Jadi, teman-teman nggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut serok ke bawah sekarang. Jadi, jangan lupa beli saham," pungkas Purbaya.

Sebelumnya, volatilitas pasar terlihat saat IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,38 persen ke posisi 7.129,49 pada Jumat (24/4/2026), yang ikut menyeret indeks saham unggulan LQ45 merosot 3,51 persen ke level 690,76.

Artikel terkait

Rekomendasi