IHSG Ambles 8,35 Persen Sepekan Sentuh Level 6.162

IHSG Ambles 8,35 Persen Sepekan Sentuh Level 6.162

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kemerosotan sebesar 8,35 persen selama periode sepekan terakhir. Kejatuhan ini membawa indeks sektoral tersebut parkir di level 6.162, setelah pada pekan sebelumnya berada di posisi 6.723.

Kondisi pasar modal yang melemah ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar di bursa. Seperti diberitakan oleh Suara, penurunan signifikan pada indeks turut mengikis nilai kapitalisasi pasar secara keseluruhan.

"Nilai kapitalisasi mengalami penurunan sebesar 10,07 persen menjadi Rp 10.635 triliun dari Rp 11.825 triliun," kata Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Pelemahan ini juga diwarnai oleh aksi lepas saham yang dilakukan oleh para pemodal. Aliran modal dari investor asing tercatat keluar dalam jumlah yang cukup besar sepanjang periode tahun 2026 berjalan.

"Investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp 309,52 miar pada perdagangan Jumat (22/5), sementara sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan jual bersih mencapai Rp 41,63 triliun," kata Kautsar Primadi Nurahmad.

Kendati indeks acuan mengalami tekanan hebat, aktivitas perdagangan di lantai bursa justru menunjukkan kegairahan. Rata-rata nilai transaksi harian melesat sebesar 15,68 persen menjadi Rp 21,77 triliun dari pekan lalu yang berada di angka Rp 18,82 triliun.

Lonjakan aktivitas perdagangan ini menjadi pusat perhatian para pelaku pasar modal di Indonesia sepanjang pekan perdagangan Mei 2026. Selain nilai transaksi, volume saham yang diperdagangkan setiap harinya juga ikut merangkak naik.

Rata-rata volume transaksi harian di BEI mencatatkan kenaikan sebesar 2,53 persen menjadi 36,67 miliar lembar saham. Angka ini meningkat dari perolehan pekan sebelumnya yang sebesar 35,76 miliar lembar saham.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa mengalami koreksi sebesar 6,5 persen. Jumlah transaksi harian berubah menjadi 2,37 juta kali dari yang sebelumnya mencapai 2,53 juta kali transaksi.

Artikel terkait

Rekomendasi