IHSG Ambles 2,76 Persen pada Sesi I Setelah Saham TPIA dan BRPT Anjlok

IHSG Ambles 2,76 Persen pada Sesi I Setelah Saham TPIA dan BRPT Anjlok

Tekanan jual yang signifikan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot ke zona merah hingga akhir sesi pertama perdagangan Kamis (21/5/2026). Sempat bergerak naik di awal pembukaan, indeks saham domestik justru tergelincir jatuh ke level 6.144 atau terkoreksi sebesar 2,76 persen.

Aksi jual masif pada sejumlah saham milik konglomerasi menjadi pemicu utama kejatuhan indeks pada siang ini, seperti dilansir dari Money. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu beban berat bagi pasar setelah anjlok sedalam 14,7 persen.

Kondisi serupa menimpa saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merosot hingga 12,5 persen, diikuti oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melemah sebesar 11,3 persen.

Gelombang koreksi ternyata tidak hanya melanda kelompok saham konglomerat, melainkan juga merembet ke jajaran saham berkapitalisasi besar atau blue chip. PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu saham blue chip yang ikut melemah sebesar 3,4 persen dan memperberat laju indeks.

Penurunan indeks kali ini terjadi secara merata di seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia. Seluruh indeks sektoral parkir di zona merah dengan pelemahan paling dalam dicatatkan oleh sektor bahan baku atau IDX Basic serta sektor energi atau IDX Energy.

Tren negatif di pasar domestik ini berbanding terbalik dengan situasi di pasar regional, di mana mayoritas bursa utama di Asia justru menguat. Dari seluruh bursa utama Asia, hanya pasar saham Hong Kong yang terpantau mengalami koreksi tipis.

IHSG sebenarnya sempat mengawali perdagangan dengan meyakinkan setelah dibuka menguat pada posisi 6.366,485. Pergerakan indeks bahkan sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.378,811 sebelum akhirnya berbalik arah akibat tekanan jual yang masif hingga jatuh ke level terendah di 6.134,992.

Kejatuhan indeks pada paruh pertama hari ini selaras dengan dominasi saham-saham yang memerah di papan perdagangan. Tercatat ada sebanyak 601 saham yang bergerak melemah, sementara hanya 118 saham yang menguat, dan 94 saham lainnya stagnan.

Aktivitas transaksi di pasar modal sepanjang sesi pertama ini terhitung cukup padat dengan volume perdagangan mencapai 19,916 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp 9,784 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.285.918 kali.

Akibat merosotnya harga mayoritas saham di BEI, nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut mengalami penurunan secara drastis menjadi berkisar di angka Rp 10.642,231 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi