IHSG Ambruk 8,35 Persen dalam Sepekan Perdagangan Terakhir

IHSG Ambruk 8,35 Persen dalam Sepekan Perdagangan Terakhir

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan tajam sebesar 8,35 persen selama sepekan perdagangan terakhir. Kejatuhan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang sedang mencermati situasi ekonomi domestik terbaru.

Dilansir dari Investasi, IHSG sempat bergerak di rentang yang cukup lebar pada perdagangan Jumat. Indeks tercatat menyentuh level terendah di posisi 5.966 dan berhasil mencapai level tertinggi di posisi 6.171.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan total volume transaksi sebanyak 40,28 miliar saham. Adapun nilai transaksi keseluruhan pada periode tersebut menyentuh angka Rp 21,56 triliun.

Pergerakan saham di bursa menunjukkan sebanyak 449 saham mengalami penguatan, sedangkan 251 saham melemah. Sementara itu, terdapat 118 saham yang posisinya stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Arah pergerakan IHSG selanjutnya dinilai sangat bergantung pada pidato ekonomi Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR. Pelaku pasar sedang menantikan apakah momentum ini mampu membawa stabilitas atau justru membuat pasar kehilangan arah.

Di sisi lain, perkembangan industri perbankan mencatatkan aksi korporasi penting. Sebanyak 4 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) melakukan merger dan menghasilkan bank baru dengan kepemilikan aset mencapai Rp 1,04 Triliun.

Aliran Modal Asing Keluar

Meskipun IHSG sempat menunjukkan tanda penguatan, investor asing terpantau terus melakukan aksi jual. Pada akhir pekan ini, asing membukukan penjualan bersih atau net sell senilai Rp 309,45 miliar di seluruh pasar.

Tekanan dari investor luar negeri ini mempertegas tren keluar capital outflow dalam jangka pendek. Akumulasi nilai penjualan bersih oleh investor asing bahkan telah menembus angka Rp 2,03 triliun dalam kurun waktu sepekan.

Artikel terkait

Rekomendasi