Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ambruk sebesar 2,46 persen atau terpangkas 165,22 poin ke level 6.558,10 pada perdagangan Senin (18/5/2026) pukul 09.02 WIB. Kejatuhan indeks ini melanjutkan tren pelemahan dari pekan sebelumnya akibat tekanan sentimen global.
Kondisi pasar saham domestik tersebut mengekor bursa global yang sedang tertekan. Lonjakan harga minyak dunia serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama kemerosotan indeks, sebagaimana dilansir dari Investasi.
Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak memerah dan menekan laju IHSG pada pembukaan pasar. Sektor barang baku mencatatkan penurunan terdalam, yang kemudian diikuti oleh sektor infrastruktur, transportasi, perindustrian, dan energi.
Pelemahan juga menjalar ke sektor barang konsumer non-primer, barang konsumer primer, keuangan, hingga teknologi. Laporan perdagangan pagi ini mencatat total volume saham yang ditransaksikan mencapai 2,25 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp 1,51 triliun.
Pergerakan saham didominasi oleh koreksi massal dengan 447 saham melemah yang menjadi penahan laju indeks. Sementara itu, hanya terdapat 104 saham yang mampu menguat dan 158 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Di jajaran saham LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin pelemahan setelah merosot 8,24 persen ke Rp 780 per saham. Penurunan ini diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 7,84 persen ke Rp 3.410, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melemah 6,96 persen ke Rp 2.540.
Sebaliknya, beberapa saham LQ45 masih mampu mencatatkan penguatan di zona hijau. PT Astra International Tbk (ASII) menguat 2,17 persen ke Rp 5.875, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 1,92 persen ke Rp 4.240, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terangkat 1,25 persen ke level Rp 24.250 per saham.