IHSG Anjlok Imbas Akumulasi Sentimen Global Selama Libur Bursa

IHSG Anjlok Imbas Akumulasi Sentimen Global Selama Libur Bursa

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dipicu oleh akumulasi sentimen global yang terjadi saat perdagangan domestik sedang libur. Keterangan tersebut disampaikan oleh pihak Bursa Efek Indonesia atau BEI terkait kondisi pasar modal terkini.

Dikutip dari Detik Finance, penurunan ini berkaitan erat dengan momentum libur bursa domestik pada tanggal 14 sampai 15 Mei kemarin. Saat pasar dalam negeri tutup, bursa saham di kawasan Asia justru sedang mengalami tekanan yang cukup besar.

Pejabat sementara atau Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan bahwa bursa saham Asia mencatatkan koreksi yang signifikan sepanjang dua hari libur tersebut. Tekanan dari pasar regional ini yang kemudian memberikan dampak susulan pada pergerakan IHSG.

"Kalau kita cermati memang ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi, tetapi kita juga melihat bahwa hari Kamis dan Jumat pasar kita libur. Nah, di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia, itu juga mengalami koreksi," kata Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta Selatan.

Faktor eksternal lain berupa sentimen global turut memperparah koreksi indeks saham domestik. Meski demikian, pihak otoritas bursa menilai bahwa penurunan yang dialami oleh IHSG saat ini posisinya masih sejalan dengan pergerakan yang terjadi di bursa Asia.

"Ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi, saya rasa masih inline dengan global market, tetapi memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi," kata Jeffrey Hendrik.

Menyikapi dinamika pasar global yang fluktuatif, para pelaku pasar diimbau untuk tetap tenang. Investor disarankan untuk selalu mengedepankan analisis fundamental yang matang dan cermat sebelum mengambil keputusan transaksi di pasar modal.

"Kami mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing. Karena kondisi pasar sangat dinamis dan ketidakpastiannya masih cukup tinggi," kata Jeffrey Hendrik.

Pergerakan IHSG sempat menunjukkan tekanan berat dengan melemah lebih dari 4 persen hingga menyentuh level 6.398,78. Namun menjelang penutupan perdagangan, indeks berhasil memangkas jarak koreksi menjadi 1,85 persen dan berakhir di level 6.599,24.

Artikel terkait

Rekomendasi