Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia jatuh signifikan sebesar 3,08 persen atau merosot 202,97 poin ke level 6.396,27 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (19/5).
Kejatuhan indeks dipicu oleh kepanikan pasar modal atas munculnya rumor rencana pemerintah menetapkan kebijakan ekspor komoditas melalui satu badan khusus milik negara, menurut laporan Bloomberg Technoz.
Regulasi baru yang sedang dikaji tersebut dikabarkan bakal mewajibkan para eksportir batu bara, minyak kelapa sawit, hingga mineral logam untuk menjual hasil produksi mereka kepada lembaga bentukan pemerintah tersebut sebelum diekspor ke luar negeri.
Kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi adanya pengendalian harga sepihak langsung memukul harga saham emiten raksasa tambang nasional.
Berdasarkan data Stockbit, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tumbang 9,22 persen ke harga Rp187 per saham dengan nilai transaksi raksasa mencapai Rp1,05 triliun pada paruh pertama hari ini.
Penurunan tajam juga dialami oleh saham PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) yang jeblok 10,14 persen ke posisi Rp3.100 serta saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang merosot 9,78 persen ke level Rp8.075.
Laporan kumparan.com mencatat volume transaksi perdagangan pada sesi I menyentuh 27,96 miliar lembar saham dengan frekuensi 1,73 juta kali dan total nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp15,13 triliun.
Kondisi pasar didominasi oleh tekanan jual masif yang menyebabkan 611 saham bergerak melemah, sedangkan hanya 96 saham yang menguat dan 107 saham lainnya stagnan.
Selain pasar saham, tekanan besar juga menimpa mata uang garuda di pasar valuta asing.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau melemah 63 poin atau terdepresiasi 0,36 persen ke posisi Rp17.731 per dolar AS pada pukul 12.00 WIB menurut data Bloomberg.
Sementara itu, situasi pasar saham di kawasan Asia bergerak bervariasi dengan Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,75 persen, sedangkan Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,39 persen, SSE Composite China naik 0,02 persen, dan Straits Times Singapura naik 0,70 persen.