Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok sebesar 223,55 poin atau merosot 3,54 persen ke level 6.094,94 pada akhir perdagangan Kamis (21/5/2026). Kejatuhan ini dipicu oleh pelemahan seluruh indeks sektoral di bursa saham domestik.
Data pasar menunjukkan penurunan tajam dialami oleh sebagian besar saham, dengan tercatat sebanyak 663 saham melemah. Sementara itu, hanya 88 saham yang mengalami kenaikan dan 69 saham lainnya ditutup stagnan.
Seluruh indeks sektoral kompak bergerak ke zona merah mengikuti penurunan IHSG, seperti dilansir dari Investasi. Sektor energi mencatatkan kelemahan terdalam setelah merosot hingga 6,91 persen pada penutupan hari ini.
Selain energi, penurunan signifikan juga melanda sektor barang baku sebesar 6,53 persen dan sektor barang konsumen siklikal sebesar 6,05 persen. Aktivitas pasar mencatat total volume perdagangan saham di bursa mencapai 34,97 miliar saham dengan nilai transaksi total sebesar Rp 17,67 triliun.
Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham masuk dalam jajaran top gainer indeks LQ45. Posisi teratas ditempati oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan kenaikan 2,49 persen, diikuti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar 2,40 persen, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 2,36 persen.