IHSG Anjlok 4 Persen Akibat Krisis Kepercayaan Investor Domestik

IHSG Anjlok 4 Persen Akibat Krisis Kepercayaan Investor Domestik

Pasar modal Indonesia mengalami guncangan besar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 4,30 persen ke level 5.683,25 pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pukul 10.00 WIB. Kemerosotan ini memicu kepanikan massal yang melenyapkan kapitalisasi pasar hingga Rp501 triliun hanya dalam waktu satu jam awal perdagangan.

Dilansir dari CNBC Indonesia, nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut drastis menjadi Rp9.954 triliun dari penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp10.455 triliun. Tekanan jual masif ini terjadi secara merata di hampir seluruh sektor dengan 654 saham melemah, 258 saham stagnan, dan hanya 48 saham yang menguat.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai penurunan tajam menembus level psikologis ini menjadi indikator penurunan kepercayaan pelaku pasar yang sangat mendalam terhadap stabilitas domestik.

"Koreksi tajam IHSG hingga menembus level psikologis 6.000 dan ditutup di 5.941 pada perdagangan 3 Juni 2026 menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius," kata Hendra Wardana.

Hendra menambahkan bahwa pelemahan pasar saham ini diperparah oleh faktor internal seperti kekhawatiran kebijakan ekspor satu pintu dan depresiasi rupiah.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik lebih banyak berasal dari faktor internal dibandingkan eksternal," jelas Hendra Wardana.

Menurut Hendra, pelaku pasar saat ini membutuhkan kepastian hukum dan arah ekonomi yang jelas daripada sekadar klaim keunggulan indikator makro.

"Kepercayaan investor merupakan aset yang sangat mahal nilainya. Ketika kepastian kebijakan berkurang dan pelaku pasar kesulitan memproyeksikan arah ekonomi ke depan, investor cenderung memilih menunggu atau bahkan memindahkan dananya ke negara lain yang dianggap lebih stabil," jelas Hendra Wardana.

Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp864 miliar pada hari Kamis, yang menambah total modal keluar menjadi Rp67 triliun sejak awal tahun.

"Oleh karena itu, kemungkinan IHSG masih dapat mengalami tekanan lanjutan dan menguji area psikologis berikutnya di sekitar 5.800 hingga 6.000 sebelum akhirnya menemukan keseimbangan baru dan berpeluang melakukan pemulihan secara bertahap," tutur Hendra Wardana.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta para pelaku pasar tidak panik karena menganggap koreksi ini hanya dinamika jangka pendek belaka.

"Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada short, ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei saja masih kencang begitu," kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya menekankan bahwa daya beli dan permintaan domestik di lapangan masih bergerak kuat, terlihat dari tingginya mobilitas masyarakat di pusat perbelanjaan dan hotel.

"Di mana-mana ramai kan, tempat hiburan, hotel, di jalan. Jakarta juga ramai. Saya pikir kalau liburan ke daerah, Jakarta kosong. Ternyata ramai juga. Jadi memang domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Jadi enggak usah takut kita akan jeblok," ujarnya.

Pemerintah berkomitmen untuk mengembalikan stabilitas pasar modal dengan menjaga sentimen positif di samping memperkuat fondasi makroekonomi.

"Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya menyatakan akan terus memastikan seluruh instrumen kebijakan berjalan baik untuk menenangkan ketakutan investor.

"Tadinya saya cuma fokus di fundamental saja, tapi saya pikir kita akan memastikan semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar," ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Melansir laporan Bareksa, penurunan tajam pada hari Rabu (3/6/2026) sebelumnya dipimpin oleh sektor Basic Materials yang ambles 9,05 persen, disusul sektor Energi minus 5,61 persen. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA melemah 5,15 persen, BBRI turun 4,61 persen, dan AMMN merosot hingga 14,91 persen, sementara nilai tukar rupiah tertekan ke posisi Rp17.950 per dolar AS.

Ciptadana Sekuritas Asia memproyeksikan IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak fluktuatif pada rentang support 5.735 dan resistance 5.967 dengan bias teknikal yang masih cenderung bearish.

Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham 4 Juni 2026 (Rp)
SahamRekomendasiEntryTargetStop Loss
BBNIBuy on Weakness3.3903.6603.340
KLBFBuy on Weakness715800680
SIDOBuy on Weakness366396360
TPIABuy on Weakness1.4251.7501.370

Artikel terkait

Rekomendasi