Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 28,66 poin atau 0,45 persen ke level 6.342 pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026 pagi, di tengah penantian pelaku pasar terhadap pidato ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Koreksi ini melanjutkan tren negatif setelah pada hari sebelumnya indeks ditutup merosot 3,46 persen ke posisi 6.370,68.
Berdasarkan data RTI per pukul 09.05 WIB, IHSG bahkan sempat anjlok ke level terendah harian di 6.282,15 yang menjadi rekor terendah baru sepanjang tahun berjalan (year-to-date). Sejak awal tahun 2026, performa indeks telah merosot sebesar 26,68 persen akibat aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp41,28 triliun hingga 18 Mei 2026, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.700 per dolar AS.
Data perdagangan pagi menunjukkan mayoritas saham berguguran dengan rincian 348 saham melemah, 165 saham menguat, dan 170 saham stagnan. Total volume transaksi tercatat menyentuh 2 miliar saham dengan nilai perputaran uang mencapai Rp1 triliun dari 152.629 kali frekuensi perdagangan.
Penurunan tajam pada pertengahan Mei 2026 dipicu oleh rencana pemerintah Indonesia membentuk badan ekspor dalam negeri untuk mengawasi komoditas secara langsung. Kebijakan ini menambah rentetan volatilitas pasar sepanjang 2026, setelah sebelumnya indeks sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026 sebelum akhirnya berbalik arah akibat sentimen perubahan bobot indeks MSCI dan konflik geopolitik Timur Tengah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) APBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 sekitar pukul 10.00 WIB.
"Kebetulan tanggal 20 (Mei) Hari Kebangkitan Nasional jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa, terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Di sisi analisis teknikal, riset MNC Sekuritas memproyeksikan pergerakan indeks masih rawan melanjutkan koreksi lanjutan guna menguji area support terdekat.
"Posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. Hal ini berarti, IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji area 6,307, waspadai akan adanya potensi koreksi ke 6,084-6,148 pada label biru," kata analis MNC Sekuritas.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di 6.270 dan 6.148, sementara area resistance dipatok pada 6.640 dan 6.745. Di tengah situasi tersebut, beberapa saham komoditas, konsumsi, dan telekomunikasi seperti ANTM, INDF, JPFA, dan TLKM direkomendasikan untuk strategi buy on weakness.