IHSG Anjlok ke Level 6400 Menkeu Purbaya Jamin Pondasi Ekonomi Bagus

IHSG Anjlok ke Level 6400 Menkeu Purbaya Jamin Pondasi Ekonomi Bagus

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan mendalam hingga menyentuh level 6.400 pada Senin (18/5/2026) siang. Penurunan tajam ini langsung direspons oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai kondisi tersebut sebagai dinamika pasar biasa.

Dilansir dari Detik Finance, pemerintah memastikan bahwa situasi pergerakan indeks bursa domestik ini akan segera membaik. Purbaya menegaskan bahwa otoritas keuangan bakal terus memprioritaskan pemeliharaan pilar ekonomi nasional agar aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa hambatan.

"Nggak apa-apa, nanti kita perbaiki. Kan pondasi ekonominya kan bagus, itu masalah sentimen jangka pendek aja. Jadi, saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu," beber Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Munculnya kekhawatiran mengenai potensi kembalinya situasi krisis finansial seperti tahun 1998 akibat depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibantah keras oleh Menkeu. Menurut dia, kondisi struktural yang dihadapi Indonesia saat ini sangat kontras dengan krisis masa lalu.

"Oh ini kan banyak sentimen. Kalau rupiah melemah seolah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda 1998 itu kebijakannya salah," ujar Purbaya.

Faktor pembeda utama terletak pada laju pertumbuhan yang masih positif, berbeda dengan periode 1997 yang diwarnai oleh resesi berkepanjangan. Purbaya menyatakan bahwa ruang perbaikan bagi pasar keuangan domestik masih terbuka lebar karena tidak adanya kontraksi produk domestik bruto.

"Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi masih tumbuh kencang, jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," beber Purbaya.

Oleh karena itu, masyarakat dan pelaku pasar diimbau tidak bersikap panik dalam menghadapi penurunan harga instrumen investasi ini. Momentum koreksi harga di pasar modal justru dinilai sebagai kesempatan emas bagi para pemodal untuk melakukan akumulasi aset dengan valuasi yang lebih murah.

"Jadi, teman-teman nggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut serok ke bawah sekarang. Jadi, jangan lupa beli saham," pungkas Purbaya.

Artikel terkait

Rekomendasi