IHSG Anjlok 4 Persen Menteri Keuangan Buka Suara

IHSG Anjlok 4 Persen Menteri Keuangan Buka Suara

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami kemerosotan tajam sebesar 4,11 persen hingga menyentuh level 5.941 pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Penurunan signifikan sebesar 254,36 poin ini dipicu oleh kepanikan pasar akibat bergulirnya sentimen negatif serta rumor mengenai kondisi ekonomi makro.

Aksi lepas saham secara masif oleh para pelaku pasar modal domestik memicu tekanan yang merata di hampir seluruh sektor. Dilansir dari Suara, pergerakan indeks tersebut terpukul oleh beredarnya kabar burung di kalangan investor mengenai potensi penurunan peringkat utang negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan mengenai situasi pasar saham yang terguncang tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Beliau menegaskan bahwa penurunan indeks lebih didominasi oleh faktor psikologis pasar dibandingkan dengan kondisi riil perekonomian domestik yang sebenarnya masih berada pada posisi aman.

"Karena banyak isu-isu negatif," kata Purbaya, Menteri Keuangan.

Isu spesifik mengenai Standard & Poor's yang disebut-sebut bakal menurunkan peringkat kredit Indonesia langsung dibantah oleh Menkeu. Purbaya menyatakan bahwa dirinya justru baru dijadwalkan mengadakan pertemuan resmi dengan lembaga pemeringkat internasional tersebut pada malam harinya.

"Ada rumor S&P akan mendowngrade Indonesia. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," ujarnya, Menteri Keuangan.

Kondisi inflasi nasional yang berada di kisaran 3 persen juga dinilai bukan menjadi penyebab utama terjadinya gejolak di pasar saham saat ini. Angka tersebut ditegaskan masih berada dalam koridor target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yaitu sebesar 2,5 persen dengan rentang toleransi plus minus 1 persen.

Pemerintah mencatat bahwa indikator ketahanan ekonomi domestik, seperti realisasi penerimaan pajak pada bulan Mei serta aktivitas belanja masyarakat di berbagai daerah, masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

"Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei aja masih kencang," katanya, Menteri Keuangan.

Indikator daya beli masyarakat juga tercermin dari masih tingginya tingkat kunjungan publik ke pusat-pusat hiburan, perhotelan, serta sektor industri jasa di berbagai wilayah tanah air.

"Domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.

Otoritas fiskal menyatakan tidak dapat memproyeksikan pergerakan angka indeks saham secara presisi untuk jangka pendek ke depan. Meski begitu, langkah-langkah strategis akan terus dijalankan guna mengembalikan sentimen positif dan memelihara tingkat kepercayaan para pemodal di pasar keuangan.

"Kalau nanya level enggak tahu. Saya bilang enggak usah takut. Jadi kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar," tuturnya, Menteri Keuangan.

Berdasarkan data dari RTI Infokom, total nilai transaksi perdagangan di bursa saham tercatat mencapai Rp25,21 triliun dengan volume perdagangan menyentuh angka 40,06 miliar saham. Tercatat hanya 69 saham yang mengalami penguatan, sedangkan 692 saham melemah dan 54 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Artikel terkait

Rekomendasi