Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami penurunan tajam sebesar 94,76 poin atau melemah 1,49 persen ke level 6.275 pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Penurunan ini terjadi pascapidato ekonomi terkait target Indonesia tahun 2027 yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR.
Dikutip dari Suara, kemerosotan di pasar modal dipicu oleh penurunan performa di berbagai sektor industri. Padahal, pemerintah menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini masih berada dalam posisi yang sangat kuat.
Pergerakan indeks saham sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan sejak awal pembukaan dengan langsung merosot sedalam 1,35 persen ke zona merah. Dalam perdagangan tersebut, tercatat sebanyak 370 saham mengalami penurunan, 128 saham bergerak menguat, dan 159 saham lainnya tidak mengalami perubahan atau stagnan.
Pidato Presiden Prabowo Subianto sebenarnya memuat optimisme terhadap ketahanan ekonomi nasional. Kepala Negara memproyeksikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai angka 5,8 persen hingga 6,5 persen untuk tahun 2027. Sinyal positif ini rupanya belum cukup kuat untuk memicu sentimen hijau di lantai bursa.
"Pertumbuhan ekonomi ini harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata," jelasnya di Gedung DPR, Rabu (19/5/2026).
Sejumlah sektor yang menjadi motor pelemahan terdalam di antaranya adalah transportasi, barang baku, energi, infrastruktur, barang konsumer primer, serta barang konsumer non-primer. Selain itu, sektor perindustrian dan sektor keuangan turut memberikan tekanan besar pada indeks.
Di tengah tekanan jual yang tinggi, beberapa saham mencatatkan aktivitas transaksi paling padat. Beberapa saham yang paling ramai diperdagangkan oleh para investor meliputi BBCA, ASPR, BBRI, BUMI, dan TPIA.