Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (13/5/2026) dengan tren negatif yang cukup signifikan. Pelemahan ini dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang melakukan perombakan besar-besaran pada indeks global mereka.
Dilansir dari Money, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks domestik ini terkoreksi sebesar 106,273 poin atau merosot 1,55 persen. Posisi tersebut membawa IHSG melandai ke level 6.752,626 pada pembukaan pasar.
Sentimen jual yang masif telah menghantam pasar sejak bel pembukaan dibunyikan. Meskipun sempat menyentuh titik tertinggi di level 6.787,345, tekanan jual memaksa indeks terjerembap hingga ke angka terendah di posisi 6.741,600.
Volume transaksi di awal sesi terpantau cukup padat dengan 11,122 miliar saham berpindah tangan. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 3,349 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 326.991 kali transaksi.
Kondisi pasar didominasi oleh pergerakan saham di zona merah, di mana sebanyak 333 saham tercatat melemah. Sementara itu, 210 saham masih mampu menguat dan 162 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi atau stagnan.
Langkah MSCI mengumumkan hasil tinjauan berkala periode Mei 2026 pada Rabu pagi menjadi kejutan pahit bagi pelaku pasar. Hasil tinjauan indeks tersebut dinilai melenceng jauh dari perkiraan analis dan investor sebelumnya.
Dalam kebijakan rebalancing teranyar ini, MSCI mendepak 18 saham asal Indonesia dari keanggotaan indeks globalnya. Terdapat enam emiten besar yang resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes.
Keenam emiten tersebut meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Selain itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga turut didepak.
Meski terkeluar dari kategori Global Standard, saham AMRT masih tetap bertahan dalam jajaran indeks MSCI lainnya dengan dipindahkan ke kelompok MSCI Small Cap Indexes.
Namun, tekanan tidak berhenti di situ karena MSCI juga menyisir daftar MSCI Small Cap Indexes. Sebanyak 13 emiten Indonesia diputuskan keluar dari kategori perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil tersebut.
| Nama Perusahaan | Kode Saham |
|---|---|
| PT Aneka Tambang Tbk | ANTM |
| PT Astra Agro Lestari Tbk | AALI |
| PT Bank Aladin Syariah Tbk | BANK |
| PT Bumi Serpong Damai Tbk | BSDE |
| PT Dharma Satya Nusantara Tbk | DSNG |
| PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk | SIDO |
| PT Midi Utama Indonesia Tbk | MIDI |
| PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk | MIKA |
| PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk | TKIM |
| PT Pacific Strategic Financial Tbk | APIC |
| PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk | SSMS |
| PT Triputra Agro Persada Tbk | TPAG |
| PT MNC Digital Entertainment Tbk | MSIN |
Berdasarkan keterangan resmi dari MSCI, seluruh perubahan komposisi indeks ini akan mulai diterapkan setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026. Ketentuan baru tersebut akan berlaku efektif sepenuhnya mulai 1 Juni 2026.