Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot tajam sebesar 2,59 persen setelah sempat turun 1,40 persen ke posisi 6.628,97 pada awal perdagangan Senin (18/5/2026) di Jakarta. Pelemahan signifikan ini dipicu oleh dampak lanjutan penataan ulang indeks internasional serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Data perdagangan mencatat sebanyak 208 saham mengalami koreksi, 134 saham menguat, dan 349 saham bergerak tidak berubah. Aktivitas transaksi di bursa langsung membukukan nilai mencapai Rp681,16 miliar dengan volume perdagangan sebesar 860,11 juta saham dalam 82.225 kali transaksi.
Sejumlah saham milik konglomerat Prajogo Pangestu bersama emiten PT Dyan Sh Shari Artha Tbk (DSSA) menjadi pendorong utama penurunan indeks domestik. Emiten-emiten tersebut tengah menjadi perhatian khusus dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).
Kondisi ini memperpanjang tren negatif pasar keuangan Indonesia setelah bursa saham domestik jatuh 3,5 persen dan nilai tukar rupiah melemah 0,58 persen sepanjang pekan lalu. Selain hasil ulasan MSCI, pasar dalam negeri juga mengantisipasi agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia serta rilis data ekonomi domestik terbaru.
Dari pasar internasional, perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi China dan risalah pertemuan komite pasar terbuka federal (FOMC Minutes) dari Bank Sentral AS. Sentimen pasar global kian memburuk seiring meningkatnya kekhawatiran atas gangguan rantai pasok energi global akibat konflik Washington dan Teheran.
"bertindak cepat" tegas Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Iran, seperti dilansir dari CNBC.
Pernyataan tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah Brent kontrak Juli sebesar 1,34 persen menjadi US$110,72 per barel, serta West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni sebesar 1,75 persen ke posisi US$107,26 per barel. Akibatnya, mayoritas bursa kawasan Asia Pasifik ikut melemah, termasuk indeks Kospi Korea Selatan yang anjlok di atas 2 persen.
Tekanan juga melanda pasar ekuitas Amerika Serikat setelah Wall Street ditutup melemah pada akhir pekan lalu akibat aksi ambil untung sektor teknologi. Saham raksasa cip Nvidia tercatat terkoreksi 4,4 persen, sementara nilai kontrak berjangka indeks saham AS terpantau bergerak mendatar menjelang laporan kinerja kuartalan emiten ritel besar.