IHSG Anjlok 1,43 Persen ke Level 6.807 pada Sesi Pertama

IHSG Anjlok 1,43 Persen ke Level 6.807 pada Sesi Pertama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 1,43 persen ke posisi 6.807 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (12/5/2026). Dilansir dari Money, pelemahan signifikan ini dipicu oleh aksi jual pada deretan saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks sempat menguat ke level 6.946,84 saat pembukaan dan mencapai titik tertinggi di 6.977,28. Namun, tekanan jual yang masif menyeret indeks hingga menyentuh level terendah harian pada posisi 6.802,84 sebelum jeda siang.

Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menjadi pemberat utama indeks setelah mencatatkan penurunan sebesar 15 persen. Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyusul dengan pelemahan 3,7 persen pada periode perdagangan yang sama.

Sektor perbankan dan otomotif turut menyumbang kontraksi pasar melalui saham PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 2,06 persen. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi sebesar 1,2 persen pada akhir sesi pertama.

Secara sektoral, penurunan terdalam dipimpin oleh sektor industrial dan infrastruktur yang berada di zona merah. Sebaliknya, sektor transportasi menjadi satu-satunya kelompok saham yang mampu bertahan di zona hijau di tengah pelemahan pasar secara luas.

Kondisi pasar di Asia terpantau bergerak variatif, dengan bursa Tokyo dan Hong Kong mengalami penguatan pada siang hari. Hal ini berbanding terbalik dengan bursa Mumbai dan Shanghai yang justru terjebak di zona merah mengikuti tren negatif pasar tertentu.

Statistik perdagangan mencatat sebanyak 456 saham bergerak melemah, sedangkan 192 saham menguat dan 166 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas pasar terpantau cukup padat dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,49 juta kali transaksi.

Volume transaksi pada paruh pertama hari ini menyentuh angka 18,89 miliar lembar saham. Total nilai transaksi yang dibukukan oleh para investor di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 7,50 triliun hingga penutupan perdagangan sesi pertama.

Artikel terkait

Rekomendasi