IHSG Anjlok 3,76 Persen Akibat Tekanan Jual Saham Raksasa

IHSG Anjlok 3,76 Persen Akibat Tekanan Jual Saham Raksasa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam sebesar 3,76 persen ke level 6.470 pada akhir perdagangan sesi satu hari Senin (18/5/2026). Penurunan signifikan ini dipicu oleh aksi jual masif yang melanda mayoritas saham di bursa, terutama pada jajaran emiten berkapitalisasi besar.

Dilepaskannya saham-saham berkapitalisasi besar membuat indeks terjun bebas dari posisi pembukaan di level 6.628,976. Dilansir dari Money, tekanan jual yang deras bahkan sempat menyeret indeks hingga menyentuh posisi terendah pada level 6.398,786 sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahan menjelang jeda siang.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ambruk 14,98 persen ke level Rp 880 dan langsung terkunci di zona auto rejection bawah (ARB). Saham DSSA bergerak dari level tertinggi Rp 945 hingga menyentuh batas bawahnya dengan nilai transaksi mencapai Rp 102,99 miliar.

Koreksi tajam hingga menyentuh batas ARB juga dialami oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merosot 14,88 persen ke posisi Rp 3.660. Emiten petrokimia tersebut mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 175,49 miliar dengan volume perdagangan mencapai 475.710 lot.

Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ikut terperosok 14,86 persen ke level Rp 3.150 dan terkunci di zona ARB. Aktivitas perdagangan saham AMMN berlangsung sangat aktif dengan nilai transaksi menyentuh angka Rp 325,06 miliar.

Emiten komoditas lainnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), turut mengalami tekanan besar setelah melemah 12,09 persen ke level Rp 2.400. Saham MDKA sempat menyentuh titik terendah di posisi Rp 2.350 sebelum akhirnya berhasil memangkas sedikit kemerosotan menjelang akhir sesi pertama.

Pelemahan indeks ini bersifat menyeluruh karena seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah dengan sektor basic dan transportasi mengalami kemerosotan terdalam. Sebanyak 682 saham bergerak melemah, sedangkan hanya 84 saham yang menguat dan 52 saham lainnya ditutup stagnan.

Volume transaksi perdagangan pada sesi pertama ini terpantau ramai hingga mencapai 21,558 miliar saham dengan nilai turnover menyentuh Rp 11,960 triliun. Secara regional, mayoritas bursa utama di Asia juga melemah akibat meningkatnya tensi geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran.

Artikel terkait

Rekomendasi