IHSG Anjlok 4,11 Persen Akibat Tekanan Rupiah dan Sentimen Danantara

IHSG Anjlok 4,11 Persen Akibat Tekanan Rupiah dan Sentimen Danantara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan tajam sebesar 4,11 persen atau berkurang 254,36 poin ke level 5.941,07 pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026) akibat tekanan sentimen domestik dan global.

Penurunan signifikan indeks saham domestik tersebut tercatat berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia, sebagaimana dilansir dari Investasi pada Rabu (3/6/2026).

Kondisi pasar modal yang bergerak melemah ini dinilai selaras dengan tren penurunan yang sudah terbentuk pada periode sebelumnya.

"IHSG masih berada dalam fase downtrend, sebagaimana telah kami sampaikan dalam laporan teknikal sebelumnya," ujarnya Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas.

Faktor eksternal dan domestik menjadi pemicu utama koreksi ini, termasuk depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang mendekati angka Rp18.000 serta koreksi saham konglomerasi.

"Ditambah dengan sentimen negatif dari outlook lembaga pemeringkat terhadap Danantara, yang turut membebani pergerakan indeks," imbuhnya Herditya Wicaksana.

Prospek pergerakan indeks pada hari berikutnya diperkirakan masih dibayangi oleh potensi pelemahan lanjutan.

"IHSG masih rawan terkoreksi dengan support di 5.884 dan resistance di 5.967," jelasnya Herditya Wicaksana.

Situasi makroekonomi dan penilaian dari lembaga internasional akan menjadi perhatian utama para investor dalam mengambil keputusan investasi jangka pendek.

"Ia menambahkan, pelaku pasar masih akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah serta pandangan lembaga asing terhadap prospek ekonomi Indonesia."

Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati dalam perdagangan jangka pendek meliputi AADI pada kisaran Rp8.500-Rp9.125, BMRI di angka Rp4.220-Rp4.320, serta MEDC pada rentang Rp1.340-Rp1.430.

Artikel terkait

Rekomendasi