Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah dan meninggalkan level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Penurunan tajam ini dipicu oleh tekanan jual yang masih membayangi pasar modal domestik sejak pembukaan perdagangan.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG langsung anjlok 1,87 persen ke level 5.980,85 sekitar pukul 09.02 WIB, seperti dilansir dari Money. Indeks saham dibuka pada level 6.065,63 dengan titik tertinggi harian di posisi 6.079,19, sedangkan level terendah sempat menyentuh 5.966,86.
Aktivitas transaksi di lantai bursa terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 7,09 miliar saham. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp 4,19 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 386.400 kali. Pergerakan saham mencatat 397 saham melemah, 218 saham menguat, dan 344 saham bergerak stagnan.
Pelemahan IHSG ini berdampak langsung pada sejumlah indeks saham utama lainnya di BEI. Indeks LQ45 merosot 6,09 poin atau 0,99 persen ke posisi 610,31, sementara Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 1,25 persen ke level 376,03. Indeks KOMPAS100 juga melemah 0,90 persen ke posisi 797,28.
Kondisi serupa dialami indeks ISSI yang turun 0,41 persen menjadi 213,21 dan IDX30 yang merosot 0,99 persen ke level 348,61. Selain itu, indeks JII70 bergerak melemah 1,39 poin atau 0,94 persen menuju posisi 147,20.
Seluruh indeks sektoral kompak melemah dan menjadi beban berat bagi pergerakan IHSG. Sektor energi menjadi salah satu penekan terbesar, diikuti oleh penurunan pada sektor transportasi, infrastruktur, barang baku, barang konsumer primer, teknologi, hingga sektor perindustrian.
Volume transaksi saham pada perdagangan pagi sempat menyentuh 1,99 miliar saham dengan nilai Rp 940 miliar. Pada momen tersebut, sebanyak 473 saham tercatat melemah, sementara hanya 74 saham yang menguat dan 129 saham lainnya stagnan.
Situasi berbeda terjadi di pasar regional karena mayoritas bursa saham Asia justru menguat di tengah tekanan pasar domestik. Indeks Shanghai Composite naik 0,31 persen ke level 4.090,11, dan Nikkei 225 Jepang melonjak 2,27 persen ke posisi 63.086,27. Hang Seng Hong Kong juga menguat 0,69 persen menjadi 25.561,68.
Kenaikan juga dialami indeks S&P/ASX 200 Australia sebesar 0,46 persen ke level 8.661,60 serta KOSPI Korea Selatan yang bertambah 0,36 persen menjadi 7.843,51. Sebaliknya, indeks The Asia Dow justru mengalami penurunan sebesar 1,04 persen menuju posisi 6.311,60.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau bergerak stabil pada perdagangan pagi ini. Mata uang garuda berada di level Rp 17.668 per dollar AS atau tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan posisi pada penutupan sebelumnya.
Pergerakan pasar finansial saat ini memperlihatkan bahwa para investor masih cenderung bersikap hati-hati. Sikap ini muncul di tengah dinamika pasar global dan sentimen eksternal yang terus mempengaruhi aliran modal di pasar keuangan domestik.