Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperlihatkan fluktuasi yang dinamis pada awal perdagangan pagi ini. Indeks saham utama di Indonesia tersebut sempat mengalami tekanan sebelum akhirnya kembali berbalik arah ke zona hijau.
Dikutip dari Detik Finance via data perdagangan RTI Business, indeks saham sempat merosot sebesar 0,66% menuju ke posisi 5.795,63 saat pasar baru dibuka. Tidak lama setelah itu, pergerakan indeks langsung berbalik menguat sebesar 0,08% ke level 5.844,36 pada pukul 09.10 WIB.
Kondisi pasar kembali mengalami perubahan lima menit kemudian. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG terpantau kembali terkoreksi sebesar 0,48% ke level 5.811,89.
Aktivitas transaksi pada pembukaan pagi mencatatkan volume perdagangan mencapai 3,10 miliar lembar saham. Nilai transaksi secara keseluruhan berada pada angka Rp 2,66 triliun, dengan total frekuensi perdagangan yang terjadi sebanyak 238.693 kali.
Tekanan di pasar modal juga berdampak pada indeks saham unggulan lainnya. Indeks utama LQ45 mengalami penurunan sebesar 0,27% hingga menyentuh level 579,320.
Kondisi mayoritas saham yang diperdagangkan pada sesi ini didominasi oleh pergerakan di zona merah. Tercatat sebanyak 288 saham melemah, sedangkan 260 saham bergerak menguat, dan 157 saham lainnya bertahan di posisi stagnan.
Penurunan performa ini menambah panjang catatan koreksi pasar modal sepanjang tahun ini. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026 berjalan, pergerakan IHSG sudah mengalami penurunan hingga sebesar 32,75%.
Koreksi yang terjadi pada indeks saham dalam periode ini berjalan selaras dengan aksi jual yang dilakukan oleh investor asing. Pasar modal dalam negeri membukukan tren net foreign sell dengan nilai akumulasi mencapai Rp 56,63 triliun sepanjang tahun 2026.