Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (26/5/2026) akibat bayangan tekanan pasar, setelah sehari sebelumnya ditutup menguat ke level 6.206, dilansir dari Suara.
Aktivitas bursa pada Senin (25/5/2026) mencatatkan penguatan 0,72 persen dengan volume perdagangan mencapai 25,64 juta saham senilai Rp16,93 triliun. Sebanyak 498 saham menguat, 243 saham melemah, dan 218 saham bergerak stagnan, dengan lonjakan terbesar dibukukan oleh saham GRIA, LAJU, TALF, RONY, dan BBHI.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan indeks saham domestik masih rawan mengalami koreksi pada hari ini. Penurunan tersebut diperkirakan akan menguji rentang batas bawah yang telah dipetakan oleh tim analisisnya.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguji area support 5.899," ujar Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas.
Ia menambahkan bahwa pergerakan indeks akan berada pada rentang support 5.996 dan 5.899, sedangkan area resistance diproyeksikan pada level 6.318 hingga 6.459. Investor disarankan mencermati saham ADRO, ELSA, EXCL, dan INDY di tengah potensi koreksi tersebut.
Pandangan lain datang dari Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, yang melihat adanya peluang bagi indeks untuk melanjutkan kenaikan meskipun sifatnya masih terbatas. Tren utama dari pergerakan pasar dinilai masih berada dalam fase bearish.
"IHSG berpotensi menguat ke area 6.279-6.323, namun tren utama masih bearish dengan resistance kuat di level 6.587," ujar Ivan Rosanova, Analis Binaartha Sekuritas.
Ivan memproyeksikan pergerakan indeks hari ini memiliki titik support pada level 5.911, 5.673, dan 5.439. Sementara itu, wilayah resistance diprediksi berada pada rentang 6.459, 6.587, 6.787, hingga mencapai 7.001 dengan rekomendasi saham pilihan berupa KLBF dan PGEO.