Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (12/5/2026) di tengah pengumuman hasil rebalancing indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pergerakan indeks di bursa domestik diperkirakan akan sangat fluktuatif akibat pengaruh sentimen global dan domestik.
Dilansir dari Money, pergerakan pasar modal dipengaruhi oleh rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang menjadi fokus utama investor global. Selain itu, pasar menanti pengumuman MSCI yang berpotensi memengaruhi arus modal asing, sementara nilai tukar rupiah dan fluktuasi harga komoditas tambang tetap menjadi perhatian serius.
Analisis teknikal dari MNC Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada pada level 6.889 dengan batas resistance di kisaran 6.935. Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, menyebutkan bahwa peluang penguatan indeks pada hari Selasa cenderung terbatas.
"Untuk besok (Selasa) kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dan rawan koreksi dgn support 6889 dan resist 6935. Kami perkirakan akan dipengaruhi dgn adanya rilis data inflasi AS dan pengumuman MSCI, sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan pergerakan emiten tambang masih menjadi cermatan," ujar Herditya, Analis Teknikal MNC Sekuritas.
Herditya menyarankan investor untuk memperhatikan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di rentang Rp 970-Rp 1.010 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Rp 3.890-Rp 4.110. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga diproyeksikan bergerak di area Rp 5.575 hingga Rp 6.675.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai indeks masih rentan karena belum mampu menembus area 7.000. Menurutnya, tekanan jangka pendek masih akan berlanjut selama IHSG bertahan di bawah level resistance 6.945-7.000.
"Jika rupiah mulai stabil dan tekanan jual asing berkurang, peluang technical rebound akan semakin terbuka," ujar Hendra, Founder Republik Investor.
Hendra merekomendasikan saham defensif dan komoditas seperti PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan target Rp 1.625. Ia juga mencermati PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target Rp 2.970 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) pada target Rp 1.600.