IHSG Berpotensi Alami Koreksi Akibat Sejumlah Sentimen Ekonomi

IHSG Berpotensi Alami Koreksi Akibat Sejumlah Sentimen Ekonomi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan rawan mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (2/6/2026) akibat pengaruh rilis data ekonomi global dan domestik, seperti dilansir dari Investasi.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai pergerakan indeks saham domestik saat ini masih berada dalam tren melemah untuk jangka pendek.

"Area support penting berada pada kisaran 5.900-6.000, sedangkan resistance terdekat di area 6.200-6.285. Selama belum mampu menembus resistance tersebut, pergerakan indeks diperkirakan masih cenderung terbatas dan rentan mengalami tekanan," jelas Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.

Reza menambahkan bahwa pelaku pasar sedang mencermati negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang direncanakan berlangsung selama 60 hari.

"Hal ini dapat mendorong stabilisasi harga energi dan memperbaiki persepsi risiko terhadap aset emerging market, termasuk Indonesia," imbuh Reza Diofanda.

Sentimen lain berasal dari domestik berupa proyeksi penurunan surplus neraca perdagangan April 2026 menjadi sekitar US$ 1,43 miliar dari sebelumnya US$ 3,32 miliar.

"Surplus neraca perdagangan April 2026 diperkirakan turun menjadi sekitar US$ 1,43 miliar dari sebelumnya US$ 3,32 miliar. Sementara itu, inflasi Mei 2026 diproyeksikan meningkat menjadi 0,36% secara bulanan dan 3,17% secara tahunan," papar Reza Diofanda.

Proyeksi pergerakan terbatas ini juga didukung oleh pengamat pasar modal lainnya yang memetakan titik rawan penurunan indeks.

"Untuk Selasa (2/6), kami mencermati IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.071 dan resistance 6.262," kata Herditya, Analis kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).

Selain inflasi domestik dan geopolitik, pasar global menanti data Purchasing Managers’ Index (PMI) China serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Investor disarankan tetap selektif mengedepankan manajemen risiko dengan mencermati saham DEWA, UNTR, dan UNVR.

Artikel terkait

Rekomendasi