Laju Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) diperkirakan masih rawan mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Proyeksi ini membayangi indeks setelah pada penutupan perdagangan Selasa kemarin terkoreksi tajam sebesar 3,46 persen ke posisi 6.370,679.
Dilansir dari Money, pergerakan pasar saham domestik saat ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen krusial dalam jangka pendek. Pelaku pasar dilaporkan tengah mengamati dengan cermat perkembangan kondisi ekonomi tersebut.
Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah kebijakan moneter domestik. Konsensus pasar memproyeksikan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan atau BI rate menjadi berada di level 5 persen.
Tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar juga dipicu oleh sentimen penataan ulang portofolio indeks global. Proses rebalancing pada indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell masih membayangi pergerakan.
Di sisi lain, kondisi makroekonomi turut memberi pengaruh bagi aktivitas investasi. Nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dollar AS memicu kekhawatiran investor karena berpotensi meningkatkan tekanan di pasar keuangan dalam negeri.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan titik rendah atau support indeks berada pada rentang 6.300. Sementara itu, titik jenuh jual atau resistensi diperkirakan tertahan di area 6.424.
"Kami mencermati IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.300 and resist 6.424. Untuk sentimen akan ada rilis BI rate dengan konsensus naik ke 5 persen dan juga masih dalam sentimen MSCI-FTSE serta nilai tukar rupiah," ujar Herditya.
Menghadapi situasi pasar tersebut, beberapa saham dapat menjadi perhatian bagi para investor ritel untuk perdagangan hari ini. Herditya membagikan beberapa emiten yang menarik untuk dicermati.
Target harga untuk saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) diproyeksikan berada di angka Rp 2.530 sampai Rp 2.590 per saham. Selanjutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditargetkan bergerak pada kisaran Rp 3.210 hingga Rp 3.320.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga menjadi pilihan dengan perkiraan pergerakan di rentang Rp 3.180 hingga Rp 3.280 per saham. Analis dari sekuritas lain turut memberikan pandangan senada untuk emiten telekomunikasi ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memberikan rekomendasi spesifik untuk TLKM pada area beli Rp 3.050-Rp 3.100. Target harga ditetapkan pada Rp 3.150-Rp 3.200 dengan pembatasan risiko atau setop loss di bawah level Rp 3.000.
Selanjutnya, pergerakan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dapat diamati pada kisaran Rp 3.770-Rp 3.800. Saham perbankan ini memiliki target harga Rp 3.830-Rp 3.870 serta batas setop loss di bawah Rp 3.750.
Pilihan terakhir jatuh pada saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang direkomendasikan untuk trading buy pada rentang Rp 1.770-Rp 1.800. Target harga saham konsumer ini dipatok pada Rp 1.820-Rp 1.860 dengan setop loss di bawah Rp 1.750.