Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa positif pada sesi perdagangan awal pekan kemarin dengan ditutup menguat 0,72 persen. Dilansir dari Suara, penguatan indeks acuan tersebut dibayangi oleh aksi tekanan jual yang masif dari investor global.
Pasar mencatat adanya aksi jual bersih (net sell) asing dengan nilai menembus kisaran Rp2,09 triliun. Beberapa saham berkapitalisasi besar yang paling banyak dilepas oleh pemodal asing meliputi PT Ammon Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Untuk proyeksi perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2026), IHSG dinilai memiliki risiko jenuh dan berpotensi mengalami gerak koreksi secara teknikal. Berdasarkan peta draf pergerakan harian, indeks diproyeksikan bergulir dengan batas bawah (support) di rentang 6.060–6.170, sementara batas atas (resistance) kuat tertahan di koridor 6.250–6.270.
Melihat indikator dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) tidak mencatatkan pembaruan aktivitas pada hari Senin kemarin karena seluruh lantai dagang ditutup untuk memperingati hari libur nasional Memorial Day.
Meski demikian, pada penutupan akhir pekan lalu, indeks Wall Street kompak mendarat di zona hijau berkat melandainya tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58 persen, S&P 500 menguat 0,37 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,19 persen.
Sentimen positif tersebut juga disokong oleh melesatnya saham produsen semikonduktor Qualcomm sebesar hampir 12 persen, serta tren penguatan harga minyak mentah di mana jenis Brent nangkring di posisi USD 103,54 per barel dan WTI di level USD 96,60 per barel.
Di sisi lain, bursa saham di kawasan Asia Pasifik bergerak bergairah pada perdagangan Senin kemarin. Sentimen utama dipicu oleh draf pernyataan pejabat senior AS yang mengisyaratkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah semakin dekat, meskipun persetujuan final masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi.
Merespons kabar tersebut, mayoritas indeks saham Asia meroket tajam, dipimpin oleh Taiex Taiwan yang melonjak signifikan sebesar 3,26 persen. Nikkei 225 Jepang melejit kuat hingga 2,87 persen, diikuti indeks Topix yang naik 1,29 persen, dan CSI 300 China bertambah kuat sebesar 1,58 persen.
Selanjutnya, ASX 200 Australia ikut terkerek naik sebesar 0,40 persen, sedangkan Straits Times Singapura melaju tipis dengan keuntungan 0,05 persen. Di sisi lain, FTSE Malaysia menjadi anomali setelah terkoreksi melemah 0,24 persen.
Menyikapi potensi konsolidasi IHSG di tengah derasnya arus keluar modal asing, terdapat pilihan saham dari BNI Sekuritas yang menarik untuk dicermati secara teknikal untuk strategi investasi harian.
Saham pertama adalah PT Timah Tbk (TINS) dengan strategi Buy on Weakness. Area beli disarankan pada rentang Rp3.400–Rp3.460, dengan batasan risiko (cutloss) di bawah Rp3.360.
Saham kedua yang direkomendasikan adalah PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) yang juga menggunakan strategi Buy on Weakness.