IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan Setelah Anjlok ke Level 6.370

IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan Setelah Anjlok ke Level 6.370

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Penurunan ini dipicu oleh kombinasi tekanan sentimen domestik serta global yang belum mereda setelah indeks ditutup anjlok 3,46 persen ke posisi 6.370,68 pada Selasa (19/5/2026).

Dilansir dari Investasi, penurunan indeks saham dipengaruhi oleh kemerosotan sejumlah sektor utama, khususnya komoditas dan konglomerasi. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp17.723 per dolar AS turut meningkatkan kecemasan pasar terhadap risiko penarikan modal asing.

Secara teknikal, pergerakan indeks dinilai masih berada dalam tren bearish yang ditandai dengan pembentukan lower low baru seiring peningkatan volume jual. Di samping itu, pelaku pasar tengah mengantisipasi rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur BI.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh langkah pemerintah yang merevisi aturan Devisa Hasil Ekspor sumber daya alam. Rencana pembentukan badan khusus untuk ekspor komoditas strategis turut menjadi perhatian pelaku pasar dalam memproyeksikan arah pergerakan indeks ke depan.

Terkait kondisi pasar saat ini, pergerakan indeks diperkirakan akan berjalan terbatas dengan kecenderungan melemah pada rentang support 6.100 hingga 6.300 serta resistance di kisaran 6.500 sampai 6.600. Sejumlah saham seperti TLKM dan BBNI direkomendasikan untuk dicermati oleh para investor.

Adapun untuk saham MYOR, pelaku pasar disarankan melakukan trading buy dengan target batas bawah pada kisaran harga Rp1.770 dan batas atas hingga Rp1.800. Di sisi lain, proyeksi pergerakan indeks juga membayangi level support alternatif di angka 6.300 dengan resistance di posisi 6.424.

Artikel terkait

Rekomendasi