IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Jelang Rebalancing Indeks MSCI

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Jelang Rebalancing Indeks MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang mengalami technical rebound terbatas pada perdagangan Senin (25/5/2026) setelah sebelumnya ditutup menguat ke level 6.162,04 pada Jumat (22/5/2026). Pergerakan indeks saham domestik tersebut dipengaruhi oleh sentimen global serta kekhawatiran kelanjutan pelemahan nilai tukar rupiah, sebagaimana dilansir dari Investasi.

Kondisi pasar saham saat ini sedang berada di area jenuh jual atau oversold. Analis menilai posisi IHSG secara teknikal mendekati area support psikologis penting yang serupa dengan kondisi market shock pada tahun 2025 di kisaran 5.800 sampai 5.900.

Pengamat pasar modal Audi menyatakan bahwa sentimen positif dari pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengenai kemajuan pembicaraan damai dengan Iran akan memengaruhi pasar. Namun, investor domestik diperkirakan masih bersikap hati-hati.

"Dari dalam negeri, pasar akan cenderung wait and see seiring dengan pergerakan rupiah yang dikhawatirkan melanjutkan pelemahan dan hari bursa yang lebih singkat," kata Audi.

Audi menambahkan rekomendasi speculative buy untuk saham INKP dengan target harga di kisaran Rp 7.600 sampai Rp 8.650 per saham. Pilihan serupa juga diberikan untuk saham MBMA pada perdagangan awal pekan.

Di sisi lain, pergerakan indeks secara teknikal diproyeksikan berada dalam rentang pergerakan yang cukup lebar. Pasar juga masih mengantisipasi sentimen dari kebijakan domestik dan penyesuaian bobot indeks global dalam waktu dekat.

"Potensi capital outflow masih perlu diwaspadai, khususnya pada saham-saham yang terdampak pengurangan bobot indeks," papar Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda.

Reza menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini tengah mencermati implementasi regulasi sentralisasi ekspor komoditas strategis yang masih memicu berbagai interpretasi. Selain itu, pasar bersiap menghadapi rebalancing indeks MSCI yang efektif berlaku pada 29 Mei 2026.

IHSG sendiri tercatat masih mengalami akumulasi penurunan sebesar 8,35 persen dalam sepekan terakhir, meskipun berhasil naik 67,10 poin atau 1,10 persen pada hari perdagangan terakhir. Pergerakan pasar selanjutnya juga akan bergantung pada arah pidato ekonomi Presiden Prabowo di Rapat Paripurna DPR.

Artikel terkait

Rekomendasi